Ridwan Kamil Intruksikan Bank BJB Lobi Pusat Minta Tambahan Dana PEN
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Foto/SINDOnews
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat menginstruksikan Bank Jabar Banten (bank bjb) melobi pemerintah pusat untuk meminta tambahan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Jabar. Permintaan tersebut disampaikan Kang Emil, sapaan akrabnya, menyusul telah tersalurkannya seluruh dana PEN sebesar Rp2,5 triliun dari pemerintah pusat.
Kang Emil dalam keterangan resminya menyatakan, penambahan dana diperlukan mengingat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menemui kendala penerimaan subsidi dari pemerintah.(Baca: Bank BJB Syariah Bukukan Laba Bruto Rp42,09 Miliar )
"Saya meminta bank bjb untuk melobi, agar ada penambahan dana PEN (lewat bjb). Kita (melalui bank bjb) sangat gesit dan cepat (menyalurkan dana PEN). Kita bisa pulih lebih cepat," ujar Kang Emil , Jumat (23/10/2020).
Lebih lanjut, Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu mengatakan, bank bjb mampu merealisasikan target penyaluran dana PEN dari pemerintah pusat lebih cepat, termasuk dana bank bjb sebesar Rp2,5 triliun. Totalnya, kata Kang Emil, Rp5 triliun sudah disalurkan ke berbagai sektor ekonomi tangguh dan prospektif.
Kang Emil dalam keterangan resminya menyatakan, penambahan dana diperlukan mengingat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menemui kendala penerimaan subsidi dari pemerintah.(Baca: Bank BJB Syariah Bukukan Laba Bruto Rp42,09 Miliar )
"Saya meminta bank bjb untuk melobi, agar ada penambahan dana PEN (lewat bjb). Kita (melalui bank bjb) sangat gesit dan cepat (menyalurkan dana PEN). Kita bisa pulih lebih cepat," ujar Kang Emil , Jumat (23/10/2020).
Lebih lanjut, Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu mengatakan, bank bjb mampu merealisasikan target penyaluran dana PEN dari pemerintah pusat lebih cepat, termasuk dana bank bjb sebesar Rp2,5 triliun. Totalnya, kata Kang Emil, Rp5 triliun sudah disalurkan ke berbagai sektor ekonomi tangguh dan prospektif.
Lihat Juga :