Gelar Festival, Majalengka Siap Buktikan sebagai Kabupaten Kreatif
Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:34 WIB
Selain itu, akan ada juga tarian dan berokan, mengiringi musik yang mereka mainkan. "Melengkapi sebuah pertunjukan, dilengkapi gerakan tari oleh kelompok tari Hujan Keruh yang menggambarkan transformasi semangat gotong royong masyarakat Majalengka menjadi kabupaten kreatif," jelas dia.(Baca: Dongkrak Kunjungan Turis, Khofifah Siap Kembangkan Seni Budaya Jatim )
Terpisah, penggiat komunitas Kirik Nguyuh Baron mengatakan, Sorawatu merupakan grup musik dengan menggunakan batu. Sorawatu sendiri lahir dari festival budaya Kawin Batu yang digagas komunitas tersebut. "Gamelan terbuat dari limbah pabrik-pabrik batu yang ada di Kabupaten Majalengka," kata dia.
Dalam festival nanti, jelas dia, akan ada 6 ancak (susun) gamelan batu yang berkolaborasi dengan alat musik Blentung. "Pola memainkan Sorawatu adalah menyatukan pikiran, hati, dan tingkahlaku. Dengan memukul gamelan Sorawatu, terciptalah komposisi yang diinginkan," papar dia.
Terpisah, penggiat komunitas Kirik Nguyuh Baron mengatakan, Sorawatu merupakan grup musik dengan menggunakan batu. Sorawatu sendiri lahir dari festival budaya Kawin Batu yang digagas komunitas tersebut. "Gamelan terbuat dari limbah pabrik-pabrik batu yang ada di Kabupaten Majalengka," kata dia.
Dalam festival nanti, jelas dia, akan ada 6 ancak (susun) gamelan batu yang berkolaborasi dengan alat musik Blentung. "Pola memainkan Sorawatu adalah menyatukan pikiran, hati, dan tingkahlaku. Dengan memukul gamelan Sorawatu, terciptalah komposisi yang diinginkan," papar dia.
(don)
Lihat Juga :