Ini Saran Anggota DPRD DKI Kenneth untuk Pemprov Jakarta Tangani Banjir

Senin, 19 Oktober 2020 - 22:10 WIB
"Tanggung jawab soal banjir di Jakarta, tanggung jawab kita semua. Banjir diakibatkan karena berkurangnya area serapan air karena pembangunan trotoar yang serampangan dan perubahan tata guna lahan, saluran air yang tidak memadai, dan juga perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dan suka buang sampah sembarangan," kata Kent.

Ia berharap, Gubernur Anies lebih memprioritaskan penanganan Covid-19 dan banjir di Jakarta. Lalu, bisa memberikan perhatian yang lebih kepada korban banjir Jakarta.

"Jangan membebani warga Jakarta dengan banjir ini, coba dipikirkan kembali. Kasihan warga yang setiap kali hujan datang selalu saja was-was akan banjir," pungkasnya.

Wakil Gubernur Riza Patria sebelumnya menyatakan bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI dalam program pengendalian banjir sekitar Rp5 triliun. Yang mana anggaran tersebut sedang dipersiapkan dalam dua tahun ini.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, dia berharap, program pengendalian banjir bisa terus dilakukan. Oleh karena itu, dia merasa Pemprov DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air, dan instansi terkait harus bekerja lebih berat lagi.

Dia menargetkan, pada tahun 2021, program-program yang sedang dijalankan tersebut bisa mengurangi 11 persen potensi banjir di Jakarta. Jadi, meskipun Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah Covid-19 terbanyak di Indonesia, namun program pengendalian banjir tetap dilanjutkan.

Riza menjabarkan, butuh waktu delapan tahun untuk menyelesaikan program Grebek Lumpur. Dimana, ada 13 danau, setu, atau waduk yang menjadi sasaran program tersebut. Volume lumpur yang dikeruk sebesar 4,5 juta meter kubik.

Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pengerukan, maka menurutnya diperlukan peningkatan jumlah alat berat. Dia berharap seluruh pihak bisa mendukung penambahan jumlah alat berat.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!