Kapolda Metro Jaya Bagikan Rompi Khusus Jurnalis untuk Meliput Aksi Unjuk Rasa

Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:22 WIB
Senada dengan Faruk, Ketua Pokja Jurnalis Jakarta Pusat (JJP), Komaruddin Bagja Arjawinangun menambahkan, selain memberikan apresiasi atas pemberian rompi khusus wartawan yang meliput aksi demonstrasi. Diharapkan, anggota keamanan di lapangan tidak asal mengamankan dan benar-benar bisa membedakan, khususnya pada wartawan yang sedang bertugas di lapangan dengan para perusuh.

"Kami dari Jurnalis Jakarta Pusat (JJP) mengapresiasi pemberian rompi dari Kapolda Metro Jaya yang memberikan perlengkapan keselamatan saat meliput. Ini bentuk perhatian kepada insan media," kata Bagja di Monas.

Seperti diketahui, aksi dugaan intimidasi dan pengamanan jurnalis terjadi saat aksi demo Kamis (8/10) lalu. Salah satunya Jurnalis Merahputih.com Ponco Sulaksono saat tengah meliput aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung rusuh pada Kamis (8/10) lalu. Ponco tidak ada kabar setelah meliput aksi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Namun, setelah dilakukan penahanan selama satu hari, Ponco dibebaskan oleh pihak kepolisian yakni pada Jumat (9/10) malam.

Sementara itu, jurnalis CNNIndonesia.com, Thohirin mengalami kekerasan fisik dan intimidasi saat meliput demo di sekitar Simpang Harmoni, Jakarta Pusat lantaran dituduh merekam peristiwa penangkapan massa di lokasi kejadian. Akibatnya, Thohirin dipukul dan handphonenya pun dirampas. Selain itu, ID Persnya pun diambil dan dibuang.

Hal serupa juga dialami jurnalis Suara.com bernama Peter Rotti juga mengalami kekerasan dari aparat di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, dia dan rekannya Adit Rianto S tengah merekam aksi polisi yang menganiaya pendemo saat ditangkap.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!