Mitigasi Pandemi, HMS Center Bakti Sosial ke Ponpes Cipasung Tasikmalaya
Rabu, 07 Oktober 2020 - 21:01 WIB
Saat ini, sebanyak 84 orang dilakukan isolasi di wilayah pondok pesantren karena tidak bergejala/asimtomatik atau bergejala ringan. "Setelah dilakukan treatment supporting tersebut sekitar 5-10 hari, pasien yang positif setelah di test menjadi negatif. Hal itu karena terjadi peningkatan imunitas sehingga tidak lagi menginfeksi-patologis tubuh pasien serta daya menularkan ke orang lain menjadi lemah," jelasnya.
Ketua Tim Advokasi Kesehatan HMS Center, D’ Hiru langsung melakukan pendampingan dan sekaligus sebagai konsultan untuk supporting treatment menggunakan jamu tetes Kenkona, madu, jeruk nipis pada spesifikasi gejala ringan masing-masing pasien.
Tujuan utamanya adalah untuk mengefektifkan penanganan ditingkat intermidiate pada isolasi kolektif, sehingga meminimalisir pasien yang berlanjut dirawat di RS darurat maupun di RS rujukan.
D’Hiru menegaskan model supporting treatment yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya nantinya akan dijadikan pilot project. Pola ini nantinya diterapkan di berbagai daerah terpapar pandemi COVID-19. Bahkan pelaksanaan yang simpel tanpa harus pendampingan dokter, dapat dilakukan secara simultan dari berbagai wilayah.
"Dari segi biaya juga sangat ekonomis dan meringankan beban para sejawat dokter dan para-medis yang bertugas di RS darurat dan RS rujukan yang mulai kewalahan, over load dan berlebihan jam kerja," katanya.
Ketua Tim Advokasi Kesehatan HMS Center, D’ Hiru langsung melakukan pendampingan dan sekaligus sebagai konsultan untuk supporting treatment menggunakan jamu tetes Kenkona, madu, jeruk nipis pada spesifikasi gejala ringan masing-masing pasien.
Tujuan utamanya adalah untuk mengefektifkan penanganan ditingkat intermidiate pada isolasi kolektif, sehingga meminimalisir pasien yang berlanjut dirawat di RS darurat maupun di RS rujukan.
D’Hiru menegaskan model supporting treatment yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya nantinya akan dijadikan pilot project. Pola ini nantinya diterapkan di berbagai daerah terpapar pandemi COVID-19. Bahkan pelaksanaan yang simpel tanpa harus pendampingan dokter, dapat dilakukan secara simultan dari berbagai wilayah.
"Dari segi biaya juga sangat ekonomis dan meringankan beban para sejawat dokter dan para-medis yang bertugas di RS darurat dan RS rujukan yang mulai kewalahan, over load dan berlebihan jam kerja," katanya.
(shf)
Lihat Juga :