Di Tengah Pandemi, Industri di Jabar Ramai-ramai Tambah Daya Listrik

Selasa, 06 Oktober 2020 - 17:38 WIB
Petugas PLN tengah memasang instalasi. Foto/Humas UID PLN Jabar
BANDUNG - Kendati situasi ekonomi nasional masih dilanda ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 , namun sejumlah industri kecil, sedang, dan besar tercatat ramai ramai melakukan tambah daya listrik.

Manajer Komunikasi PLN UID Jabar Iwan Ridwan mengatakan, PLN UID Jawa Barat tercatat telah melakukan penyalaan pada sejumlah industri tekstil dan pengolahan makanan yang mendaftar tambah daya listrik. Mereka melakukan penambahan data tegangan menengah pada periode Juli sampai September 2020. (BACA JUGA: Buruh di Jawa Barat: Kami Tidak Percaya Lagi dengan DPR )



"Untuk industri tekstil misalnya, ada delapan yang tambah daya menjadi 13.190 kVA. Industri pengolahan makanan ada 11, tambah daya menjadi 56.896 kVA," kata Iwan. (BACA JUGA: Bacakan Pleidoi, Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana Minta Bebas, Ini Alasannya )

Industri tekstil tersebut tersebar di Majalaya, Cimahi, hingga Gunung Putri, dengan delta penambahan daya sebesar 5.000 kVA. Adapun industri bahan, kemasan dan pengolahan makanan berada di Karawang, Depok, Cirebon, Bekasi, dan Majalaya, dengan delta penambahan daya sebesar 18.661 kVA. (BACA JUGA: Diduga Tak Dapat Proyek, Pria di Bandung Bawa Ular dan Bentak Kepala Dinas )

"Puluhan pelanggan industri di bidang lain juga mulai meningkatkan kapasitas listriknya seperti industri keramik, otomotif, alat berat, mesin, genteng, penggilingan karet, pengolahan rotan, dan farmasi. Ada pula pelanggan bisnis seperti super market, hotel, dan apartemen yang mulai bertahap melakukan tambah daya," ujar dia.

Tercatat total ada 59 pelanggan industri dan bisnis tegangan menengah yang melakukan tambah daya di trimester ke-3 tahun 2020, kini kapasitasnya menjadi 131.479 kVA, dengan delta daya 62.428 kVA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!