IZI Gandeng MTXL Bangun Jembatan Terdampak Bencana Banjir Bandang di Lebak
Senin, 05 Oktober 2020 - 19:52 WIB
Dana pembangunan Jembatan Talagahiang XL ini sendiri berasal dari dana wakaf yang dihimpun melalui para karyawan, manajemen, dan pelanggan setia XL Axiata yang dtujukan bagi kemaslahatan warga yang membutuhkan, seperti halnya penanganan pascabencana.
Amir Majelis Taklim XL Axiata, Nashrul Hendarsyah, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut hendaknya dilakukan pada Februari kemarin. Namun isu coronavirus yang mulai mewabah di seluruh dunia membuat mereka menundanya.
“Kami memang berencana membangunnya di Februari lalu. Akibat isu Covid-19 kami menundanya. Hari ini membahagiakan saya, karena saya memiliki kesempatan berkontribusi membangun infrastruktur penghubung di kampung sendiri,” jelas Nashrul kepada hadirin peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Talagahiang XL. (BACA JUGA: 5 Angkatan Udara Paling Canggis di Dunia, Negara Mana Saja?)
Sebelum terjadinya banjir bandang pada Januari yang lalu, Jembatan di Kecamatan Cipanas, Lebak-Banten ini mampu merangsang tumbuhnya aktivitas ekonomi warga sekitar. Tercatat bahwa kehadiran jembatan tersebut melahirkan bisnis agrowisata berupa tempat makan dan pemancingan yang berdiri di kisaran jembatan serta pinggir sungai, ada juga kehadiran keramba bagi warga beternak ikan.
Pascabencana, warga kecamatan Cipanas, Lebak-Banten membangun jembatan darurat menggunakan material bambu dan kayu. Bangunan penghubung tersebut hanya dapat dilewati para pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Berkali-kali pembangunannya, jembatan kayu dan bambu itu ikut roboh akibat tergerus aliran sungai. Untuk itu, IZI dan MTXL berupaya memudahkan aktivitas warga terdampak banjir bandang Lebak-Banten dengan meningkatkan spesifikasi bangunan jembatan penghubung tersebut agar lebih kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Amir Majelis Taklim XL Axiata, Nashrul Hendarsyah, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut hendaknya dilakukan pada Februari kemarin. Namun isu coronavirus yang mulai mewabah di seluruh dunia membuat mereka menundanya.
“Kami memang berencana membangunnya di Februari lalu. Akibat isu Covid-19 kami menundanya. Hari ini membahagiakan saya, karena saya memiliki kesempatan berkontribusi membangun infrastruktur penghubung di kampung sendiri,” jelas Nashrul kepada hadirin peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Talagahiang XL. (BACA JUGA: 5 Angkatan Udara Paling Canggis di Dunia, Negara Mana Saja?)
Sebelum terjadinya banjir bandang pada Januari yang lalu, Jembatan di Kecamatan Cipanas, Lebak-Banten ini mampu merangsang tumbuhnya aktivitas ekonomi warga sekitar. Tercatat bahwa kehadiran jembatan tersebut melahirkan bisnis agrowisata berupa tempat makan dan pemancingan yang berdiri di kisaran jembatan serta pinggir sungai, ada juga kehadiran keramba bagi warga beternak ikan.
Pascabencana, warga kecamatan Cipanas, Lebak-Banten membangun jembatan darurat menggunakan material bambu dan kayu. Bangunan penghubung tersebut hanya dapat dilewati para pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Berkali-kali pembangunannya, jembatan kayu dan bambu itu ikut roboh akibat tergerus aliran sungai. Untuk itu, IZI dan MTXL berupaya memudahkan aktivitas warga terdampak banjir bandang Lebak-Banten dengan meningkatkan spesifikasi bangunan jembatan penghubung tersebut agar lebih kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Lihat Juga :