Theofilus-Zadrak Kunjungi BPS Gereja Toraja, Ini yang Dibahas
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 19:27 WIB
Pasangan Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeg saat berada di kantor BPS Gereja Toraja di Rantepao. Foto: SINDOnews/Joni Lembang
TANA TORAJA - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tana Toraja , Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeg (Theo-Zadrak) menyambangi kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Sabtu (3/10/2020).
Kedatangan Theo-Zadrak bersama rombongan itu diterima langsung Ketua Umum BPS, Musa Salusu yang didampingi sejumlah pengurus inti BPS Gereja Toraja.
Baca juga: Kisah Hidup Albertus Patarru dan John Diplomasi Bisa Jadi Inspirasi
Dalam kunjungannya, pasangan Theo-Zadrak mengemukakan tiga harapannya terkait pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.
Harapan pertama, BPS memberi masukan sebagai upaya pasangan Theo-Zadrak mengonsolidasikan ide dan gagasan. Kedua, berharap momentum pilkada kali ini sebagai pendewasaan iman agar peristiwa 2010 lalu tak terulang. Ketiga, BPS berharap pilkada kali ini tidak terkait dengan agama dan suku , yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat.
"Yang kita harapkan adalah komunikasi politik dari semua paslon. Kita dianggap zona merah terus, nah ini bisa mempengaruhi situasi daerah kita," kata Theofilus.
Kedatangan Theo-Zadrak bersama rombongan itu diterima langsung Ketua Umum BPS, Musa Salusu yang didampingi sejumlah pengurus inti BPS Gereja Toraja.
Baca juga: Kisah Hidup Albertus Patarru dan John Diplomasi Bisa Jadi Inspirasi
Dalam kunjungannya, pasangan Theo-Zadrak mengemukakan tiga harapannya terkait pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.
Harapan pertama, BPS memberi masukan sebagai upaya pasangan Theo-Zadrak mengonsolidasikan ide dan gagasan. Kedua, berharap momentum pilkada kali ini sebagai pendewasaan iman agar peristiwa 2010 lalu tak terulang. Ketiga, BPS berharap pilkada kali ini tidak terkait dengan agama dan suku , yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat.
"Yang kita harapkan adalah komunikasi politik dari semua paslon. Kita dianggap zona merah terus, nah ini bisa mempengaruhi situasi daerah kita," kata Theofilus.
Lihat Juga :