Cerita Sulkifli, Kayuh Sampan Belasan Kilometer Demi Cita-cita Jadi Prajurit TNI
Kamis, 01 Oktober 2020 - 18:06 WIB
"Waktu awal itu dibonceng sama bapak, dua kali baru jauh keliling. Nantikan kalau sampai harus menyebrang juga ke Lantamal. Jadi saya pikir kasian juga bapak, mending saya naik perahu saja. Baru hari ini saya naik perahu sampan," ucap Sulkifli.
Setiap harinya, dia berlatih mendayung sampan milik ayahnya untuk sampai tepat waktu di Mako Lantamal VI Makassar. Sulkifli mengaku, aktivitas fisik itu dilakukan sebagai bagian dari persiapannya mengikuti seluruh rangkaian teknis tes sebagai calon prajurit tamtama. Sampan ayahnya dilabuhkan di dermaga Layang Mako Lantamal VI.
Sulkifli mengaku berkeinginan besar menjadi prajurit TNI AL sejak kecil karena melihat kehebatan dari para abdi negara di beberapa media dan kehidupan sehari-hari. “Cita-cita dari kecil, selain bisa membanggakan orang tua, saya mau mengabdi kepada negara. Keinginan dari hati,” akunya.
Sulkifli merupakan lulusan tahun 2020 SMA 11 Pangkasalo, Kabupaten Maros. Meskipun anggapan pesimistis kerap didapatkan dari sejumlah tetangganya, mengingat kehidupan keluarganya yang serba kekurangan. Anak pasangan Saripudin dan Rahma ini tetap gigih meraih cita-citanya.
Informasi pendaftaran Catam PK TNI AL Gelombang II di Makassar disebutkan Sulkifli didapatkan dari internet awal September lalu. Setelah mengetahui alur pendaftarannya, dia mulai mempersiapkan segala keperluan, termasuk berkas administrasi pendaftaran.
Serangkaian tes telah dia ikuti sejak pendaftaran ditutup pada 22 September lalu. Sulkifli akan mengikuti tes lanjutan, Selasa, 6 Oktober mendatang. “Sekarang, sudah tes kesehatan, Alhamdulillah lulus, tahapan selanjutnya tes psikologis. Saya naik perahu lagi ke sana, kalau cuaca mendukung. Karena tadi cuaca mendukung sekali,” ujarnya.
Setiap harinya, dia berlatih mendayung sampan milik ayahnya untuk sampai tepat waktu di Mako Lantamal VI Makassar. Sulkifli mengaku, aktivitas fisik itu dilakukan sebagai bagian dari persiapannya mengikuti seluruh rangkaian teknis tes sebagai calon prajurit tamtama. Sampan ayahnya dilabuhkan di dermaga Layang Mako Lantamal VI.
Sulkifli mengaku berkeinginan besar menjadi prajurit TNI AL sejak kecil karena melihat kehebatan dari para abdi negara di beberapa media dan kehidupan sehari-hari. “Cita-cita dari kecil, selain bisa membanggakan orang tua, saya mau mengabdi kepada negara. Keinginan dari hati,” akunya.
Sulkifli merupakan lulusan tahun 2020 SMA 11 Pangkasalo, Kabupaten Maros. Meskipun anggapan pesimistis kerap didapatkan dari sejumlah tetangganya, mengingat kehidupan keluarganya yang serba kekurangan. Anak pasangan Saripudin dan Rahma ini tetap gigih meraih cita-citanya.
Informasi pendaftaran Catam PK TNI AL Gelombang II di Makassar disebutkan Sulkifli didapatkan dari internet awal September lalu. Setelah mengetahui alur pendaftarannya, dia mulai mempersiapkan segala keperluan, termasuk berkas administrasi pendaftaran.
Serangkaian tes telah dia ikuti sejak pendaftaran ditutup pada 22 September lalu. Sulkifli akan mengikuti tes lanjutan, Selasa, 6 Oktober mendatang. “Sekarang, sudah tes kesehatan, Alhamdulillah lulus, tahapan selanjutnya tes psikologis. Saya naik perahu lagi ke sana, kalau cuaca mendukung. Karena tadi cuaca mendukung sekali,” ujarnya.
Lihat Juga :