Buktikan Kemiskinan Tinggi, Sunaryanto Blusukan hingga ke Dapur Warga
Kamis, 01 Oktober 2020 - 08:21 WIB
Dijelaskannya, kondisi kemiskinan di Gunungkidul harus segera dicarikan solusi untuk segera dipecahkan. Hingga akhir tahun 2019 lalu, kata dia, jumlah warga miskin sebesar 16,61%.
"Jadi ini sebuah prosentase yang masih besar, diperlukan langkah cepat selain program bantuan sosial yang sudah ada . Untuk yang rentan termasuk lansia memang bantuan sosial, namun untuk yang lain butuh pemberdayaan berbasis ekonomi kerakyatan," ulasnya.
Selain melihat kondisi kemiskinan dia juga mengaku banyak melihat potensi lokal yabg bisa dijadikan solusi mejibgjatkan perekonomian warga. Sunaryanto kemudian menyontohkan banyaknya produk produk pedesaan di Gunungkidul. Mulai dari kerajinan baik batik, kayu, bambu, hingga makanan olahan.
"Potensi itu besar, namun semua terkendala pemasaran. Nah tugas ke depan adalah menciptakan pasar. Ini sangat penting, inovasi masyarakat Dengan produk lokal harus difasilitasi hingga pemasaran. Tidak bisa hanya sebatas bisa memproduksi saja, " kata dia.
Untuk itu strategi marketing termasuk bagaimana sistem digital marketing harus dikuasai. Tidak hanya itu, keberanian mendatangkan buyer guna mengangkat produk Gunungkidul juga penting dilakukan.
"Kalau tidak dibantu pemasaran, sangat sulit berkembang. Kalau dibiarkan saja ya kita akan menjadi kabupaten termiskin lagi. Ini saatnya bangkit untuk bersaing. Potensi baik alam dan sumber daya manusia sudah ada. Ini modal besar," beber Sunaryanto.(Baca juga : Pasangan Babe Paling Awal Daftar ke KPU Gunungkidul )
"Jadi ini sebuah prosentase yang masih besar, diperlukan langkah cepat selain program bantuan sosial yang sudah ada . Untuk yang rentan termasuk lansia memang bantuan sosial, namun untuk yang lain butuh pemberdayaan berbasis ekonomi kerakyatan," ulasnya.
Selain melihat kondisi kemiskinan dia juga mengaku banyak melihat potensi lokal yabg bisa dijadikan solusi mejibgjatkan perekonomian warga. Sunaryanto kemudian menyontohkan banyaknya produk produk pedesaan di Gunungkidul. Mulai dari kerajinan baik batik, kayu, bambu, hingga makanan olahan.
"Potensi itu besar, namun semua terkendala pemasaran. Nah tugas ke depan adalah menciptakan pasar. Ini sangat penting, inovasi masyarakat Dengan produk lokal harus difasilitasi hingga pemasaran. Tidak bisa hanya sebatas bisa memproduksi saja, " kata dia.
Untuk itu strategi marketing termasuk bagaimana sistem digital marketing harus dikuasai. Tidak hanya itu, keberanian mendatangkan buyer guna mengangkat produk Gunungkidul juga penting dilakukan.
"Kalau tidak dibantu pemasaran, sangat sulit berkembang. Kalau dibiarkan saja ya kita akan menjadi kabupaten termiskin lagi. Ini saatnya bangkit untuk bersaing. Potensi baik alam dan sumber daya manusia sudah ada. Ini modal besar," beber Sunaryanto.(Baca juga : Pasangan Babe Paling Awal Daftar ke KPU Gunungkidul )
Lihat Juga :