Wisata Petik Buah Strawberry di Lereng Gunung Lawu, Begini Sensasinya
Minggu, 27 September 2020 - 19:44 WIB
Diakuinya, menanam strawberry sangat berisiko tinggi, mengingat sangat tergantung dengan musim. Karena menaman strawberry beresiko rusak akibat hujan, maka harus ditanam saat memasuki musim kemarau. Saat pandemi COVID-19, pihaknya cukup beruntung karena tidak terlalu berdampak. Ketika tempat tempat wisata ditutup sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, strawberry baru ditanam.
Setelah pemerintah memberlakukan new normal dan tempat wisata kembali bisa dibuka, tanaman strawberry mulai berbuah. Sehingga wisatawan yang datang dapat berwisata petik buah strawberry. "Memang ada penurunan pengunjung sekitar 30% karena yang datang saat ini baru wisatawan lokal, seperti dari kabupaten Karanganyar dan daerah sekitarnya," terang Sularno. Sedangkan dari daerah daerah yang jauh belum ada mengingat situasi, seperti Jakarta masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Menjelang tanaman strawberry berakhir, pengelola sudah menyiapkan penggantinya dengan menanam kubis. Setelah kubis panen, maka akan dilakukan sterilisasi lahan mulai Desember hingga awal maret. Selama pembersihan lahan, dilakukan pemupukan kembali agar lahan tetap subur. Pupuk yang digunakan tetap alami karena menggunakan pupuk kandang.
Wiwin Suryono, salah satu pengunjung mengaku sengaja membawa keluarganya untuk wisata petik buah. "Untuk memberikan pengalaman baru bagi anak anak bagaimana memetik buah strawberry," ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :