Langgar Protokol Kesehatan, Toko Obat dan Rumah Makan di Matraman Ditutup
Jum'at, 25 September 2020 - 03:51 WIB
Petugas gabungan segel rumah makan di Matraman, Jakarta Timur, karena melanggar protokol kesehatan Covid-19. Foto: Okto Rizki Alpino/SINDOnews
JAKARTA - Dua toko obat dan dua rumah makan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur terpaksa ditutup selama 3 hari lantaran melanggar protokol kesehatan . Penutupan itu dilakukan petugas gabungan TNI, Polisi dan Satpol PP Kecamatan Matraman saat menggelar operasi yustisi, Kamis 24 September 2020.
Kapolsek Matraman, Kompol Tedjo Asmoro mengatakan, operasi yustisi digelar sesuai arahan dari Wali Kota dan Polres Jakarta Timur sebagai langkah penhawasan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di wilayah Jakarta.
"Kita lakukan pengecekan semua toko di Pasar Pramuka untuk memastikan penerapan protokol kesehatan selana PSBB ini berjalan baik," kata Tedjo di lokasi. (Baca juga: Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Indomobil di Jatinegara Disegel )
Tedjo menuturkan, dari hasil pengecekan yang dilakukan petugas gabungan, pihaknya mendapatkan dua toko obat dan dua rumah makan melanggar protokol kesehatan. "Di toko obat yang kita tindak karena pegawainya tidak memakai masker, sedangkan untuk rumah makan karena masih melayani pembeli makan di warung," ujarnya.
Kapolsek Matraman, Kompol Tedjo Asmoro mengatakan, operasi yustisi digelar sesuai arahan dari Wali Kota dan Polres Jakarta Timur sebagai langkah penhawasan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di wilayah Jakarta.
"Kita lakukan pengecekan semua toko di Pasar Pramuka untuk memastikan penerapan protokol kesehatan selana PSBB ini berjalan baik," kata Tedjo di lokasi. (Baca juga: Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Indomobil di Jatinegara Disegel )
Tedjo menuturkan, dari hasil pengecekan yang dilakukan petugas gabungan, pihaknya mendapatkan dua toko obat dan dua rumah makan melanggar protokol kesehatan. "Di toko obat yang kita tindak karena pegawainya tidak memakai masker, sedangkan untuk rumah makan karena masih melayani pembeli makan di warung," ujarnya.
Lihat Juga :