Ridwan Kamil Klaim Penanganan COVID-19 Membaik, Begini Penjelasannya

Kamis, 24 September 2020 - 21:04 WIB
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menyebut, pada periode tersebut hanya Kota Bekasi yang masuk zona merah di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, dan Bekasi) yang merupakan episentrum penyebaran COVID-19 di Jabar.

Selain itu, Kang Emil juga memaparkan bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 (case fatality rate) di Jabar menurun dan angka kesembuhan (recovery rate) pun meningkat.

"Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu (tingkat kematian akibat COVID-19) di Jabar 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen (58,91 persen) dan ini sudah membaik secara umum," jelasnya.

Dalam Rakor yang juga dihadiri Kepala BNPB, Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, dan para kepala daerah lain se-Jabodetabek ini, Kang Emil pun menyoroti soal pergerakan masyarakat di Jabar, khususnya setelah penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Dia menerangkan bahwa meski terdapat penurunan pergerakan masyarakat di sejumlah destinasi wisata dan hotel di Jabar imbas PSBB DKI Jakarta, pihaknya tetap memantau pergerakan masyarakat guna menekan potensi penyebaran COVID-19.

"Saya instruksikan kepada Kapolda dan Pangdam untuk melalukan kegiatan inspeksi pengurangan kepadatan di zona-zona seperti tempat makan dan cafe," sebutnya. Selain itu, pihaknya terus fokus memantau kawasan industri, termasuk mendorong perusahaan untuk melakukan tes swab PCR secara mandiri terhadap karyawannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!