Kisah Londo Ireng, Antek Kompeni Musuh Pejuang Kemerdekaan yang Kini Viral usai Disebut Prabowo

Senin, 27 Juli 2026 - 05:45 WIB
Pemerintah Kolonial Belanda pun kemudian merekrut tentara dari wilayah Afrika pada 1831 hingga 1870. Mereka kemudian dibawa ke Hindia Belanda untuk memperkuat pasukan kolonial Belanda. Pasukan ini menggunakan seragam militer yang sama dengan tentara Belanda.

Belanda menilai tentara Afrika sudah terbiasa dengan iklim tropis dibandingkan orang-orang Eropa. Pertama kali, mereka merekrut orang Afrika di Elmina. Dari 150 orang yang direkrut, 44 di antaranya berstatus sebagai keturunan keluarga Euro-Afrika di Elmina.

Setelahnya, Belanda membuat kontrak dengan Raja Ashanti di Ghana untuk perekrutan orang-orangnya yang sebagian besar berstatus bekas budak. Sampai pada tahun 1872, ada sekitar 3.000-an orang Afrika yang direkrut sebagai prajurit KNIL.

Pada tugasnya sebagai tentara kerajaan Hindia Belanda, Londo Ireng ini turut serta dalam berbagai pertempuran melawan rakyat yang berjuang merebut kemerdekaan di berbagai daerah. Salah satunya adalah Perang Aceh. Mereka menjadi musuh dari para pejuang kemerdekaan.

Para Londo Ireng di KNIL memiliki status yang sama dengan prajurit Eropa. Selain memiliki seragam lengkap, mereka juga tinggal bersama nyai di tangsi. Nantinya, anak-anak mereka yang laki-laki akan dijadikan sebagai serdadu KNIL.

Salah satu Londo Ireng yang cukup terkenal adalah Jan Kooi. Dia merupakan seorang Kopral Afrika. Namanya dikenal Belanda karena pencapaiannya yang mengagumkan saat berada di KNIL.

Dalam perkembangannya, istilah Londo Ireng juga diartikan sebagian dari orang untuk orang pribumi yang bergabung bersama KNIL. Masyarakat Jawa yang melihat mereka menjadi tentara KNIL lalu menyebutnya sebagai Londo Ireng. Mereka menjadi tentara andalan Belanda dalam menghadapi pejuang kemerdekaan di berbagai wilayah Nusantara.

Disebut Prabowo

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!