Kisah Londo Ireng, Antek Kompeni Musuh Pejuang Kemerdekaan yang Kini Viral usai Disebut Prabowo
Senin, 27 Juli 2026 - 05:45 WIB
Saat berpidato dalam Puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam, Prabowo lebih dulu menyoroti pemberitaan media yang menurutnya lebih banyak mengangkat sisi negatif, meski pemerintah telah melakukan berbagai pembangunan, termasuk renovasi puluhan ribu sekolah.
"Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti," kata Prabowo. Prabowo mengatakan, dirinya mengetahui media yang dimaksud, tetapi memilih untuk tidak menyebutkannya. "Saya enggak sebutlah media mana. Pada saatnya saya sebut. Kalian sudah tahulah."
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjunjung demokrasi dan tidak antikritik. "Kita negara demokrasi. Kita tidak antikritik."
Namun, Prabowo menegaskan pemerintah memahami adanya pihak-pihak yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain. "Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain," ujarnya.
Prabowo kemudian menyebut kelompok tersebut sebagai "Londo Ireng", istilah yang menurutnya merujuk pada orang-orang yang dahulu berpihak kepada Belanda saat melawan bangsa sendiri. "Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM," kata Prabowo.
Prabowo juga mempertanyakan sumber pendanaan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). "LSM harus kita tanya. Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrik lo siapa? Yang bayar handphone lo siapa? Cari kerjaan susah, kita tahu kan." Di akhir pernyataannya, Prabowo mengatakan pemerintah memahami adanya upaya untuk menggoyang kepercayaan publik terhadap kondisi Indonesia melalui berbagai narasi pesimistis.
"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah." Prabowo mencontohkan berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami kolaps pada bulan-bulan tertentu, tetapi tidak terbukti.
"Jadi saudara-saudara kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan collapse bulan April akan collapse, eh April lewat, nggak collapse. Bulan Mei akan collapse, bulan Mei lewat, nggak collapse. Bulan Juni akan collapse, bulan Juli akan collapse, tiap bulan akan collapse."
"Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti," kata Prabowo. Prabowo mengatakan, dirinya mengetahui media yang dimaksud, tetapi memilih untuk tidak menyebutkannya. "Saya enggak sebutlah media mana. Pada saatnya saya sebut. Kalian sudah tahulah."
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjunjung demokrasi dan tidak antikritik. "Kita negara demokrasi. Kita tidak antikritik."
Namun, Prabowo menegaskan pemerintah memahami adanya pihak-pihak yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain. "Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain," ujarnya.
Prabowo kemudian menyebut kelompok tersebut sebagai "Londo Ireng", istilah yang menurutnya merujuk pada orang-orang yang dahulu berpihak kepada Belanda saat melawan bangsa sendiri. "Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM," kata Prabowo.
Prabowo juga mempertanyakan sumber pendanaan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). "LSM harus kita tanya. Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrik lo siapa? Yang bayar handphone lo siapa? Cari kerjaan susah, kita tahu kan." Di akhir pernyataannya, Prabowo mengatakan pemerintah memahami adanya upaya untuk menggoyang kepercayaan publik terhadap kondisi Indonesia melalui berbagai narasi pesimistis.
"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah." Prabowo mencontohkan berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami kolaps pada bulan-bulan tertentu, tetapi tidak terbukti.
"Jadi saudara-saudara kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan collapse bulan April akan collapse, eh April lewat, nggak collapse. Bulan Mei akan collapse, bulan Mei lewat, nggak collapse. Bulan Juni akan collapse, bulan Juli akan collapse, tiap bulan akan collapse."
(shf)
Lihat Juga :