Jambore Relawan NU Peduli se-Jateng, Gus Rozin Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Minggu, 26 Juli 2026 - 14:35 WIB
PWNU Jawa Tengah mendorong penanganan yang bersifat holistik dengan turut memperhatikan aspek psikologis korban melalui program trauma healing. Untuk mewujudkannya, NU Peduli siap menggandeng akademisi, khususnya Fakultas Psikologi, organisasi perempuan seperti Fatayat NU, hingga berbagai komunitas kemanusiaan lainnya.
"Fokus kita adalah menjaga keselamatan dan martabat manusia (hifzhun nafs). Bukan cuma memikirkan pemulihan fisik dan rumah yang rusak, tetapi juga mengembalikan kehormatan serta kesehatan mental para korban," tambah Gus Rozin.
Apel kesiapsiagaan ini tidak hanya diisi dengan pengarahan, tetapi juga langkah-langkah konkret dalam modernisasi penanganan bencana, antara lain:
Inovasi Digital (Aplikasi NU Risk) yakni pertama, peluncuran platform NU Risk yang berfungsi sebagai sistem data terpadu relawan sekaligus sarana pelaporan kejadian bencana secara real-time. Kedua, dukungan Logistik BPBD: Penyerahan bantuan simbolis dari BPBD Jawa Tengah berupa tenda komando dan peralatan dapur umum skala besar.
Ketiga, aksi tanggap kekeringan berupa penyaluran bantuan air bersih secara simbolis oleh Lazisnu Jawa Tengah bagi wilayah terdampak kemarau. Keempat, komitmen lingkungan dalam bentuk penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga keseimbangan alam dan mengurangi risiko bencana.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Ketua LPBI PBNU Sobirin, Ketua NU Peduli Jawa Tengah KH Mandzur Labib, serta para pimpinan lembaga NU lainnya. Tampak ratusan relawan yang memadati lokasi berasal dari berbagai badan otonom NU, mulai dari LPBI NU, Lazisnu, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, hingga Pagar Nusa. Mereka bahu-membahu bersama relawan BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memperkuat kesiapsiagaan serta memperluas kerja sama kemanusiaan di Jawa Tengah.
"Fokus kita adalah menjaga keselamatan dan martabat manusia (hifzhun nafs). Bukan cuma memikirkan pemulihan fisik dan rumah yang rusak, tetapi juga mengembalikan kehormatan serta kesehatan mental para korban," tambah Gus Rozin.
Apel kesiapsiagaan ini tidak hanya diisi dengan pengarahan, tetapi juga langkah-langkah konkret dalam modernisasi penanganan bencana, antara lain:
Inovasi Digital (Aplikasi NU Risk) yakni pertama, peluncuran platform NU Risk yang berfungsi sebagai sistem data terpadu relawan sekaligus sarana pelaporan kejadian bencana secara real-time. Kedua, dukungan Logistik BPBD: Penyerahan bantuan simbolis dari BPBD Jawa Tengah berupa tenda komando dan peralatan dapur umum skala besar.
Ketiga, aksi tanggap kekeringan berupa penyaluran bantuan air bersih secara simbolis oleh Lazisnu Jawa Tengah bagi wilayah terdampak kemarau. Keempat, komitmen lingkungan dalam bentuk penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga keseimbangan alam dan mengurangi risiko bencana.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Ketua LPBI PBNU Sobirin, Ketua NU Peduli Jawa Tengah KH Mandzur Labib, serta para pimpinan lembaga NU lainnya. Tampak ratusan relawan yang memadati lokasi berasal dari berbagai badan otonom NU, mulai dari LPBI NU, Lazisnu, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, hingga Pagar Nusa. Mereka bahu-membahu bersama relawan BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memperkuat kesiapsiagaan serta memperluas kerja sama kemanusiaan di Jawa Tengah.
(cip)
Lihat Juga :