Marak Akun Joki, Driver Taksi Online Aksi Mogok Makan
Selasa, 22 September 2020 - 22:40 WIB
Manajemen Go-Jek gelar sosialisasi kebijakan #hapustuyul, beberapa waktu lalu. Foto/Ist/Dok
SEMARANG - Sejumlah pengemudi taksi online di Kota Semarang , Jawa Tengah, siap menggelar aksi mogok makan karena maraknya akun tuyul atau joki. Mereka juga menuntut PT Gojek Indonesia (GI) mengembalikan 17 akun milik anggota Asosiasi Driver Online (ADO) Semarang.
“Kali ini aksi dari rekan-rekan driver online yang tergabung di ADO akan melakukan aksi mogok makan yang akan dilaksanakan di kantor Gojek Semarang,” kata Juru bicara ADO Semarang, Astrid Jovanka, Selasa (22/9/2020). (Baca juga: Mengenal 10 Raksasa Taksi Online di Dunia, Inilah Mereka )
Menurut dia, aksi ini dipicu karena tidak adanya kejelasan dari PT GI mengenai keputusan untuk pengembalian akun pribadi yang ditukar dari akun joki. Kalau flasback ke belakang, di awal mulai Gojek masuk di Indonesia khususnya Jawa tengah ini banyak yang berlomba-lomba bisa bergabung menjadi mitra. (Baca juga: Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan, 30 Mobil Patroli Diterjunkan )
"Dengan keterbatasan pengetahuan akan aturan main yang jelas dan seiring waktu banyak sekali akun pribadi yang ter-suspend. Sehingga mau tidak mau membeli akun lagi dengan menggunakan nama lain atau akun joki,” cerita dia.
“Kali ini aksi dari rekan-rekan driver online yang tergabung di ADO akan melakukan aksi mogok makan yang akan dilaksanakan di kantor Gojek Semarang,” kata Juru bicara ADO Semarang, Astrid Jovanka, Selasa (22/9/2020). (Baca juga: Mengenal 10 Raksasa Taksi Online di Dunia, Inilah Mereka )
Menurut dia, aksi ini dipicu karena tidak adanya kejelasan dari PT GI mengenai keputusan untuk pengembalian akun pribadi yang ditukar dari akun joki. Kalau flasback ke belakang, di awal mulai Gojek masuk di Indonesia khususnya Jawa tengah ini banyak yang berlomba-lomba bisa bergabung menjadi mitra. (Baca juga: Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan, 30 Mobil Patroli Diterjunkan )
"Dengan keterbatasan pengetahuan akan aturan main yang jelas dan seiring waktu banyak sekali akun pribadi yang ter-suspend. Sehingga mau tidak mau membeli akun lagi dengan menggunakan nama lain atau akun joki,” cerita dia.
Lihat Juga :