Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:44 WIB
Baca juga: Gunung Semeru Meletus 8 Kali sejak Dini Hari, Status Siaga!

Lana pun melaporkan bahwa dari parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi di sekitar nol sejak pertengahan Februari 2026, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.

Sementara, data pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, mengindikasikan tidak adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi dan terjadi perpindahan tekanan secara konsisten dari dalam tubuh gunungapi ke permukaan bersamaan dengan keluarnya material saat terjadi erupsi dan hembusan.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko, serta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

"Masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!