Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:44 WIB
loading...
Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur mengalami erupsi disertai luncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 3.500 Meter, pada Sabtu (18/7/2026). Foto/Badan Geologi
A
A
A
LUMAJANG - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur mengalami erupsi disertai luncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 3.500 meter, pada Sabtu (18/7/2026).
"Terjadi erupsi yang diikuti oleh kejadian awan panas dengan jarak luncur mencapai 3.500 meter dari puncak ke arah tenggara," ungkap Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Sari dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran 6 Km
Lana memastikan hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Namun, aktivitas vulkanik gunungapi masih tinggi dan ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang.
Hasil pengamatan visual dan instrumentral menunjukkan bahwa selama periode 1–17 Juli 2026, teramati 2 kali kejadian awan panas ke arah tenggara. Aktivitas kegempaan didominasi oleh Gempa Letusan, Gempa Guguran, Gempa Hembusan, dan Tremor Harmonik.
"Gempa-gempa yang terekam mengindikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," ungkap Lana.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus 8 Kali sejak Dini Hari, Status Siaga!
Lana pun melaporkan bahwa dari parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi di sekitar nol sejak pertengahan Februari 2026, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.
Sementara, data pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, mengindikasikan tidak adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi dan terjadi perpindahan tekanan secara konsisten dari dalam tubuh gunungapi ke permukaan bersamaan dengan keluarnya material saat terjadi erupsi dan hembusan.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko, serta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
"Masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
"Terjadi erupsi yang diikuti oleh kejadian awan panas dengan jarak luncur mencapai 3.500 meter dari puncak ke arah tenggara," ungkap Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Sari dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran 6 Km
Lana memastikan hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Namun, aktivitas vulkanik gunungapi masih tinggi dan ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang.
Hasil pengamatan visual dan instrumentral menunjukkan bahwa selama periode 1–17 Juli 2026, teramati 2 kali kejadian awan panas ke arah tenggara. Aktivitas kegempaan didominasi oleh Gempa Letusan, Gempa Guguran, Gempa Hembusan, dan Tremor Harmonik.
"Gempa-gempa yang terekam mengindikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," ungkap Lana.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus 8 Kali sejak Dini Hari, Status Siaga!
Lana pun melaporkan bahwa dari parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi di sekitar nol sejak pertengahan Februari 2026, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.
Sementara, data pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, mengindikasikan tidak adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi dan terjadi perpindahan tekanan secara konsisten dari dalam tubuh gunungapi ke permukaan bersamaan dengan keluarnya material saat terjadi erupsi dan hembusan.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko, serta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
"Masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
(shf)
Lihat Juga :