Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut

Jum'at, 17 Juli 2026 - 07:28 WIB
“Dan kita bertekad bahwa itu pendirian kita, kita bersahabat dengan semua tetangga-tetangga kita, kita hormati semua negara di dunia, besar, paling besar, kuat, paling kuat maupun yang kecil maupun mungkin yang tidak kuat. Ini adalah karunia kita, ini adalah sesuatu yang kita harus hargai. Dengan kondisi ini kita bersahabat sama semua negara,” paparnya.

Baca juga: Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade

“Dalam kondisi ini kita terbuka kepada semua mitra, semua negara yang mau masuk ke Indonesia, mau bermitra sama Indonesia, mau bekerja dengan saling menguntungkan. Ini sikap kita,” tambah Prabowo.

Namun, Prabowo mengingatkan keterbukaan Indonesia terhadap negara manapun harus dipahami bahwa Indonesia saat ini sudah semakin matang atau dewasa dengan kebijakan-kebijakannya.

“Tapi semua pihak juga harus mengerti bahwa Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang bodoh, bukan pemimpin yang naif, bukan pemimpin yang penakut,” katanya.

Prabowo mengatakan masih ada pihak-pihak yang memandang rendah Indonesia dan menganggap keramahan masyarakat sebagai sebuah kelemahan. Bahkan, menurutnya, muncul stereotip yang menyebut masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang santai, malas, dan gemar tidur. Padahal, kata dia, kenyataan menunjukkan rakyat Indonesia bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!