Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB
“Beliau hobi, pecinta sepak bola sejati. Kemarin, Sabtu, 11 Juli 2026, di tengah Bahtsul Masail FMPP ke-45 (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Malang, asuhan KH. Abdul Mun'im Syadzili, Gus Salam menyempatkan nonton bareng big match Spanyol vs Belgia pada perempat final piala dunia 2026,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

“Pagi bakda subuh, Minggu, 12 Juli 2026, dia pun mengajak kiai-kiai muda peserta Bahtsul Masail, nonton bareng tanding seru timnas Inggris vs Norwegia pada perempat final. Nah, kalau sudah nonton bareng kiai-kiai muda pesantren, ekspresinya heboh. Isi kitab dalam bahtsu kalah fasih dikomentari saat mengekspresikan para bintang sepakbola,” sambungnya.

Sebelumnya, Gus Salam ketika silaturahmi dengan PWNU-PCNU se-Sulawesi Tenggara di Kendari Selasa, 7 Juli 2026 menutup pertemuan dengan nonton bareng babak 16 besar timnas Argentina vs Mesir di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an kota Kendari.

"Besok pagi, 16 Juli 2026, Gus Salam bakal tanding silaturahmi di AFA Sport Minisoccer Palembang. Dua lawan tanding bergantian, pertama Asatidz FC Palembang, kemudian tanding melawan Jurnalis FC. Dan, dipastikan dinihari, 16 Juli, di Palembang, bakal ada nonton bareng laga semifinal piala dunia 2026, Argentina vs Inggris. Gus Salam mendukung timnas Tango menang, dan berharap bisa berhadapan dengan timnas Spanyol pada laga final piala dunia 2026, " ucapnya.

Gus Salam mengaku mulai jatuh cinta dengan Timnas Argentina sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko. Terutama saat sang legendaris Maradona dan kawan-kawan mengangkat trofi juara piala dunia untuk kedua kalinya. “Dari 1986 sampai sekarang, tetap Argentina. Ini soal istiqomah,” candanya saat ngobrol santai jelang nonton bareng di Malang.

Bagi Gus Salam, mendukung satu tim sejak muda adalah pelajaran kecil tentang loyalitas dan konsistensi. Hal itu terkait kepercayaan; ikatan emosional karena performa tim yang solid dan disiplin serta kepuasan terhadap kinerjanya yang hebat. Dan, nilai yang sama juga ia terapkan dalam mengabdi di NU dan pesantren, terkait rasa cinta, kepercayaan, kepuasan dan pengkhidmatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!