Pilwalkot Makassar, Elektabilitas Appi-Rahman Terus Melambung
Selasa, 22 September 2020 - 15:57 WIB
Sebaliknya elektabilitas Appi pada Oktober 2019 masih di angka 18,31% dan konsisten terus menanjak. Sejak resmi berpasangan dengan Abdul Rahman, mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Makassar, elektabilitas pasangan Appi-Rahman ini melambung ke angka 34,38%.
Sementara Syamsu Rizal MI yang elektabilitasnya di angka 7,88% pada Oktober 2019, mengalami pasang surut. Tingkat elektoralnya sempat naik ke angka 19,47% pada Juni 2020 saat pertama kali ia menyatakan berpasangan dengan dr Fadli Ananda, pemilik RSIA Ananda. Namun elektabilitas pasangan ini kembali jatuh ke angka 14,92% pada Agustus 2020.
Sementara Irman Yasin Limpo tidak mengalami banyak perubahan elektoral. None yang sempat bertarung di pilwalkot 2013, memulai tingkat elektoral di angka 1,43% pada Oktober 2019. Sempat naik ke angka 4,92% pada Februari 2020, namun elektabilitasnya kembali jatuh ke angka 3,33% pada Juni 2020.
Menurut Suwadi, berpasangan dengan Andi Zunnun Halid, putra dari elit DPP Golkar Nurdin Halid tidak membuat elektabilitas None naik. Pada Agustus 2020 elektabilitas IMUN hanya mencapai 3,68 persen.
Survei terakhir IPI pada Agustus 2020 melibatkan 1.530 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di Makassar. Sampel tersebut dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,5%.
“Survei kami pada Oktober 2019 dan Februari 2020 adalah survei perorangan. Survei simulasi pasangan kami mulai Juni 2020, namun bukan dengan komposisi pasangan yang kita ketahui sekarang ini. Kecuali Appi-Rahman dan Dilan yang memang sejak Juni tidak pernah merubah pasangannya,” kata Suwadi.
Sementara Syamsu Rizal MI yang elektabilitasnya di angka 7,88% pada Oktober 2019, mengalami pasang surut. Tingkat elektoralnya sempat naik ke angka 19,47% pada Juni 2020 saat pertama kali ia menyatakan berpasangan dengan dr Fadli Ananda, pemilik RSIA Ananda. Namun elektabilitas pasangan ini kembali jatuh ke angka 14,92% pada Agustus 2020.
Sementara Irman Yasin Limpo tidak mengalami banyak perubahan elektoral. None yang sempat bertarung di pilwalkot 2013, memulai tingkat elektoral di angka 1,43% pada Oktober 2019. Sempat naik ke angka 4,92% pada Februari 2020, namun elektabilitasnya kembali jatuh ke angka 3,33% pada Juni 2020.
Menurut Suwadi, berpasangan dengan Andi Zunnun Halid, putra dari elit DPP Golkar Nurdin Halid tidak membuat elektabilitas None naik. Pada Agustus 2020 elektabilitas IMUN hanya mencapai 3,68 persen.
Survei terakhir IPI pada Agustus 2020 melibatkan 1.530 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di Makassar. Sampel tersebut dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,5%.
“Survei kami pada Oktober 2019 dan Februari 2020 adalah survei perorangan. Survei simulasi pasangan kami mulai Juni 2020, namun bukan dengan komposisi pasangan yang kita ketahui sekarang ini. Kecuali Appi-Rahman dan Dilan yang memang sejak Juni tidak pernah merubah pasangannya,” kata Suwadi.
Lihat Juga :