Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Senin, 13 Juli 2026 - 09:24 WIB
“Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Dan kita telah melakukan tirakat sepeda dari Bangkalan ke Jombang. Maka harapan besarnya Ansor akan menjadi penggerak organisasi seperti teladan dari Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor Banser adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses,” tandas Addin.
Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus kader Ansor Aminuddin Ma'ruf mengamini hal tersebut ketika turut hadir sebagai narasumber, Kamis, 9 Juli 2026. Amin menegaskan setiap transformasi besar wajib berakar pada integritas niat dan ketajaman visi.
Mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 11, Aminuddin membedah bagaimana institusi seperti BUMN melakukan streamlining radikal —menyederhanakan portofolio dari 1.074 entitas menjadi kisaran 281 entitas di tahun 2026 demi efisiensi dan tata kelola yang ramping. "Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor," ujarnya.
PKN Angkatan XI Sidoarjo ini dinilai cukup unik karena turut menghadirkan teknokrat, profesional hingga tiga guru besar terkemuka sebagai narasumber yakni, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Airlangga Abdul Mongid, Guru Besar Ilmu Pemerintahan & Direktur Pascasarjana Unisma Mas’ud Said, dan Guru Besar Biologi Molekular & Rektor Universitas Brawijaya Widodo.
"Kehadiran para akademisi lintas disiplin ini sengaja dilibatkan untuk memperluas cakrawala berpikir para kader, baik dari aspek manajemen modern, tata kelola pemerintahan, hingga sains global," paparnya.
Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus kader Ansor Aminuddin Ma'ruf mengamini hal tersebut ketika turut hadir sebagai narasumber, Kamis, 9 Juli 2026. Amin menegaskan setiap transformasi besar wajib berakar pada integritas niat dan ketajaman visi.
Mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 11, Aminuddin membedah bagaimana institusi seperti BUMN melakukan streamlining radikal —menyederhanakan portofolio dari 1.074 entitas menjadi kisaran 281 entitas di tahun 2026 demi efisiensi dan tata kelola yang ramping. "Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor," ujarnya.
PKN Angkatan XI Sidoarjo ini dinilai cukup unik karena turut menghadirkan teknokrat, profesional hingga tiga guru besar terkemuka sebagai narasumber yakni, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Airlangga Abdul Mongid, Guru Besar Ilmu Pemerintahan & Direktur Pascasarjana Unisma Mas’ud Said, dan Guru Besar Biologi Molekular & Rektor Universitas Brawijaya Widodo.
"Kehadiran para akademisi lintas disiplin ini sengaja dilibatkan untuk memperluas cakrawala berpikir para kader, baik dari aspek manajemen modern, tata kelola pemerintahan, hingga sains global," paparnya.
(cip)
Lihat Juga :