Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Senin, 13 Juli 2026 - 09:24 WIB
loading...
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menggelar PKN Angkatan XI Tahun 2026. Foto/istimewa.
A
A
A
JATIM - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 yang digelar di Pesantren Bumi Sholawat Progresif, Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung sejak 6-12 Juli 2026 ini merupakan langkah besar GP Ansor dalam melahirkan cetak biru kepemimpinan nasional.
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menegaskan kaderisasi merupakan jangkar organisasi. Addin mengunci mimpi-mimpi baru organisasi di tengah zaman yang berubah dan keragaman kader.
"Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apa pun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya," katanya, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
Addin menilai tantangan Ansor masa depan semakin hebat. Indonesia akan menghadapi perubahan di mana muncul masyarakat tanpa nilai, bahkan masyarakat tanpa organisasi. "Bagaimana kita menggerakkan orang dengan ide dan karya kita, bahkan tanpa kita harus bergerak secara fisik? Seorang pemimpin itu adalah pemimpin ide," ucapnya.
Doktor Bidang Ilmu Manajemen Strategis Universitas Brawijaya itu menolak kepengurusan yang berjalan biasa-biasa saja dan menginstruksikan penciptaan ritme organisasi yang luar biasa dengan menggerakkan seluruh struktur tanpa terkecuali.
Dalam mendorong kapasitas kader, Addin menggarisbawahi kunci utama kemakmuran ekonomi adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Secara konkret, Addin menginstruksikan jajaran struktur untuk masif membangun sekolah pelatihan mandiri demi menciptakan lapangan kerja baru.
Lihat video: Jadi Lembaga Think Tank Kebijakan Prabowo-Gibran, GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center
"Tidak boleh ada lahan dan orang yang nganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan," kata Addin.
PKN XI Sidoarjo dibuka di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo pada 7 Juli 2026 dan ditutup di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur. Menurut Addin, Tambakberas merupakan pesantren yang melahirkan pencetus embrio Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Hasbullah, pun inisiator berdirinya GP Ansor. Di samping Muktamar ke-35 NU yang juga akan digelar di sana pada 27-31 Agustus 2026.
“Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Dan kita telah melakukan tirakat sepeda dari Bangkalan ke Jombang. Maka harapan besarnya Ansor akan menjadi penggerak organisasi seperti teladan dari Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor Banser adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses,” tandas Addin.
Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus kader Ansor Aminuddin Ma'ruf mengamini hal tersebut ketika turut hadir sebagai narasumber, Kamis, 9 Juli 2026. Amin menegaskan setiap transformasi besar wajib berakar pada integritas niat dan ketajaman visi.
Mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 11, Aminuddin membedah bagaimana institusi seperti BUMN melakukan streamlining radikal —menyederhanakan portofolio dari 1.074 entitas menjadi kisaran 281 entitas di tahun 2026 demi efisiensi dan tata kelola yang ramping. "Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor," ujarnya.
PKN Angkatan XI Sidoarjo ini dinilai cukup unik karena turut menghadirkan teknokrat, profesional hingga tiga guru besar terkemuka sebagai narasumber yakni, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Airlangga Abdul Mongid, Guru Besar Ilmu Pemerintahan & Direktur Pascasarjana Unisma Mas’ud Said, dan Guru Besar Biologi Molekular & Rektor Universitas Brawijaya Widodo.
"Kehadiran para akademisi lintas disiplin ini sengaja dilibatkan untuk memperluas cakrawala berpikir para kader, baik dari aspek manajemen modern, tata kelola pemerintahan, hingga sains global," paparnya.
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menegaskan kaderisasi merupakan jangkar organisasi. Addin mengunci mimpi-mimpi baru organisasi di tengah zaman yang berubah dan keragaman kader.
"Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apa pun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya," katanya, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
Addin menilai tantangan Ansor masa depan semakin hebat. Indonesia akan menghadapi perubahan di mana muncul masyarakat tanpa nilai, bahkan masyarakat tanpa organisasi. "Bagaimana kita menggerakkan orang dengan ide dan karya kita, bahkan tanpa kita harus bergerak secara fisik? Seorang pemimpin itu adalah pemimpin ide," ucapnya.
Doktor Bidang Ilmu Manajemen Strategis Universitas Brawijaya itu menolak kepengurusan yang berjalan biasa-biasa saja dan menginstruksikan penciptaan ritme organisasi yang luar biasa dengan menggerakkan seluruh struktur tanpa terkecuali.
Dalam mendorong kapasitas kader, Addin menggarisbawahi kunci utama kemakmuran ekonomi adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Secara konkret, Addin menginstruksikan jajaran struktur untuk masif membangun sekolah pelatihan mandiri demi menciptakan lapangan kerja baru.
Lihat video: Jadi Lembaga Think Tank Kebijakan Prabowo-Gibran, GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center
"Tidak boleh ada lahan dan orang yang nganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan," kata Addin.
PKN XI Sidoarjo dibuka di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo pada 7 Juli 2026 dan ditutup di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur. Menurut Addin, Tambakberas merupakan pesantren yang melahirkan pencetus embrio Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Hasbullah, pun inisiator berdirinya GP Ansor. Di samping Muktamar ke-35 NU yang juga akan digelar di sana pada 27-31 Agustus 2026.
“Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Dan kita telah melakukan tirakat sepeda dari Bangkalan ke Jombang. Maka harapan besarnya Ansor akan menjadi penggerak organisasi seperti teladan dari Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor Banser adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses,” tandas Addin.
Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus kader Ansor Aminuddin Ma'ruf mengamini hal tersebut ketika turut hadir sebagai narasumber, Kamis, 9 Juli 2026. Amin menegaskan setiap transformasi besar wajib berakar pada integritas niat dan ketajaman visi.
Mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 11, Aminuddin membedah bagaimana institusi seperti BUMN melakukan streamlining radikal —menyederhanakan portofolio dari 1.074 entitas menjadi kisaran 281 entitas di tahun 2026 demi efisiensi dan tata kelola yang ramping. "Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor," ujarnya.
PKN Angkatan XI Sidoarjo ini dinilai cukup unik karena turut menghadirkan teknokrat, profesional hingga tiga guru besar terkemuka sebagai narasumber yakni, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Airlangga Abdul Mongid, Guru Besar Ilmu Pemerintahan & Direktur Pascasarjana Unisma Mas’ud Said, dan Guru Besar Biologi Molekular & Rektor Universitas Brawijaya Widodo.
"Kehadiran para akademisi lintas disiplin ini sengaja dilibatkan untuk memperluas cakrawala berpikir para kader, baik dari aspek manajemen modern, tata kelola pemerintahan, hingga sains global," paparnya.
(cip)
Lihat Juga :