PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi

Jum'at, 10 Juli 2026 - 09:53 WIB
Audit lingkungan, penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), serta pemantauan secara berkala harus dilakukan secara benar dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Lina menegaskan keberadaan PSEL tidak dapat menggantikan upaya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber. PSEL dan ekonomi sirkular harus berjalan dalam satu sistem pengelolaan sampah yang saling melengkapi.

Dia menuturkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik menjadi salah satu tantangan utama. Selain mengurangi persoalan di tempat pemrosesan akhir, kualitas sampah yang masuk juga dapat memengaruhi kinerja fasilitas pengolahan menjadi energi.

Kadar kelembapan sampah yang tinggi, misalnya, berpotensi memengaruhi proses pengolahan dan kemampuan fasilitas menghasilkan energi sesuai kapasitas yang direncanakan.

“Insinerasi memang menjadi teknologi yang paling cepat untuk saat ini, tetapi itu tidak menjamin keberlanjutan apabila tidak didukung perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah,” katanya.

Dalam jangka panjang, Lina menilai PSEL berpotensi memberikan dampak positif bagi lingkungan Bali apabila dibangun dan dioperasikan sesuai standar. Indikator yang paling mudah dirasakan masyarakat adalah lingkungan yang semakin bersih dan berkurangnya sampah di ruang publik, termasuk kawasan pantai.

“Kalau PSEL sudah ada dan Bali tidak bersih, itu menjadi tanda tanya, terutama jika sampah masih terlihat di pantai. Pemerintah daerah tidak boleh diam. Pengumpulan sampah tetap harus dilakukan secara masif,” ujar Lina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!