BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual

Sabtu, 04 Juli 2026 - 17:18 WIB
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengkritik konten BEM Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang menyebut homoseksual (LGBT) bukan sebagai penyimpangan. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, mengkritik konten Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang menyebut homoseksual (LGBT) bukan sebagai penyimpangan. Ia mengingatkan bahwa status UI sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia membawa konsekuensi besar.

Kiai Cholil, sapaan akrabnya menegaskan, predikat kampus terbaik tidak sekadar berfokus pada capaian akademik. Melainkan harus memastikan pembentukan mental dan spiritual mahasiswanya berjalan dengan baik.

Baca juga: UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus

Menurutnya, tugas utama sebuah universitas tidak boleh berhenti pada menara gading akademis, melainkan wajib mendidik karakter mahasiswanya secara utuh.

"UI sebagai kampus terbaik di Indonesia harus memastikan mahasiswa ada pada mental dan karakter yang baik. Tidak cukup hanya mengasah intelektualitasnya saja, tapi juga harus mengajarkan mental spiritual," kata Cholil, Sabtu (4/7/2026).

Lebih lanjut, Cholil menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi sekelas UI memikul tanggung jawab besar yang melampaui ruang kelas. Kampus diingatkan memiliki kewajiban moral untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang diajarkan berjalan selaras dengan pembentukan kepribadian yang luhur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!