Kekeringan Landa Tuban, Warga Harus Susuri Bukit untuk Dapat Air

Selasa, 22 September 2020 - 10:31 WIB
"Air kami gunakan untuk minum dan masak, karena sumur di rumah kering terpaksa mengambil di tengah hutan. Sudah dua bulan ini kami mengambil air bersih di tengah hutan. Sehari bisa tiga kali bolak-balik ke sini," ujar Suci Wuriyadi, salah seorang warga Desa Jadi.

Selain mengambil air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Warga juga datang ke sumur tua di tengah hutan jati tersebut untuk mencuci baju. "Sudah empat bulan kemarau air di rumah sulit, terpaksa mencuci di sumur ini," ujar warga Desa Jadi, Winaryo.

Ada sebanyak 12 desa di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban, yang mengalami krisis air bersih . Lima kecamatan itu antara lain Semanding, Grabagan, Montong, Parengan, dan Senori. (Baca juga: Awas Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam Wilayah Jabar )

Jumlah desa yang mengalami krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, diperkirakan masih akan terus bertambah. Mengingat musim kemarau masih panjang. Pada tahun lalu, jumlah desa yang mengalami kekeringan mencapai sebanyak 55 desa.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!