Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:28 WIB
Indonesia Country Coordinator di Vital Strategies Imelda Maidir, selaku perwakilan Breathe Cities Jakarta berharap pertemuan dan perbincangan antarwarga ini terus berlanjut. "Forum ini tidak boleh berhenti di sini. JRE adalah tempat kita melanjutkan percakapan ini setiap hari," ujarnya.

Terpisah, di RW 004 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, persoalan polusi udara bukan abstraksi. Kawasan ini berbatasan langsung dengan delapan titik kawasan bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok. Setiap hari lalu lintas kontainer berat memenuhi jalan-jalan permukiman dengan emisi diesel.

Paparan polutan di kawasan ini bersifat harian dan berlapis, menyebabkan kondisi udara buruk yang berdampak pada kesehatan seperti gangguan pernapasan. Ditambah lagi salah satu sumber yang kerap luput dari perhatian adalah pembakaran sampah terbuka yang menyumbang emisi PM2.5.

Nur Fiyah, penggerak Bank Sampah Kenanga di RW 004, menjelaskan bagaimana inisiatif yang bermula dari pemilahan sampah kini bergeser menjadi advokasi ruang hidup. "Kami tidak hanya ingin sampah tidak dibakar. Kami ingin warga sadar kalau kita berdaya mengurangi sumber polusi, dan itu juga memberi manfaat bagi warga sendiri," katanya.

Sejak 2017, Bank Sampah Kenanga berkembang hingga melayani lebih dari 600 nasabah aktif. Tabungan sampah dikonversi untuk biaya pendidikan, persalinan, dan modal usaha warga. Sanksi terhadap pembakaran sampah liar diterapkan bukan melalui peraturan formal, melainkan kesepakatan bersama warga.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!