Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU

Senin, 22 Juni 2026 - 08:48 WIB
Pertemuan Masyayikh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur dinilai mampu meredam ketegangan di PBNU.
KEDIRI - Pertemuan Masyayikh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur dinilai mampu meredam ketegangan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ). Dalam pertemuan tersebut para masyayikh mengeluarkan tiga seruan.

Seruan tersebut meliputi pertentangan tentang syarat dan mekanisme pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) berbasis struktur syuriyah dan zonasi serta rangkap jabatan fungsionaris Ketua Umum PBNU, menguatkan akar NU dengan mengembalikan muktamar bertempat di pesantren, dan akhlak berjam’iyyah untuk menjaga kesatuan dalam menempuh permusyawaratan.



Hasil pertemuan 13 masyayikh sepuh di kediaman KH M. Abdurrohman Al-Kautsar itu dinilai menjadi peringatan bagi pihak yang ingin memanfaatkan jam’iyyah NU untuk memenangkan kepentingan personal beserta kelompoknya. Hal itu terlihat dari rancangan materi yang didesain dan pola ketat yang terarah dalam pelaksanaan Konbes dan Munas NU.

Baca juga: Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!