Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:14 WIB
"Green business bagi kami berarti tidak ada limbah yang dibuang. Semua harus kembali menjadi nilai ekonomi," ujar Rinto, Direktur Agro Lestari Muda.

Program ini menjadi bukti bahwa desa dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru apabila potensi lokalnya dikelola dengan strategi yang tepat.

Program GRI telah memberikan dampak yang dirasakan di berbagai lapisan. Di tingkat individu, orang muda seperti mahasiswi bernama Hanum memperoleh keterampilan teknis beternak, memahami pengelolaan limbah sebagai peluang bisnis, dan meningkatkan kesadaran terhadap isu perubahan iklim.

"Program ini membuat saya jauh lebih disiplin dan membuka wawasan saya bahwa peternakan modern bisa dikelola secara bersih, teratur, dan ramah lingkungan," ucapnya.

Di tingkat komunitas, Karang Taruna Desa Suroteleng dilibatkan aktif dalam pembuatan pakan ternak, studi banding ke peternakan modern, serta pengelolaan limbah kotoran ternak menjadi sumber pendapatan.

Peternak konvensional seperti Ari Nugroho pun bertransformasi. Kini dia mampu memproduksi pakan konsentrat dan mengelola limbah menjadi pupuk organik bernilai jual. "Rasanya bangga bisa bekerja profesional di desa sendiri sambil menjaga lingkungan," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!