Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei

Kamis, 04 Juni 2026 - 09:34 WIB
Sekalipun koreksi harga emas perhiasan alami pelemahan seiring tren global. Namun, sinergi yang baik membuat inflasi terkendali meski kenaikan administrated price yang terimbas kenaikan harga minyak dan energi global yang meningkat.

Secara keseluruhan, dinamika tersebut mendorong kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan laju 0,55 persen (mtm), meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,46 persen (mtm).

"Dampak lonjakan minyak mentah dan gas global juga mendorong penyesuaian harga bahan bakar rumah tangga nonsubsidi. Penyesuaian harga diberlakukan sejak 18 April 2026 dan merupakan penyesuaian harga pertama sejak November 2023. Kondisi tersebut mendorong inflasi yang lebih tinggi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Rumah Tangga, yakni sebesar 0,09 persen (mtm)," ungkap Iwan.

Pengendalian inflasi yang dilakukan TPID DKI Jakarta meliputi pelaksanaan pasar murah dan penyaluran program Pangan Bersubsidi, penyaluran Bantuan Pangan beras dan minyak goreng, penguatan pasokan melalui kegiatan urban farming komoditas padi, jagung, dan sayuran, percepatan realisasi impor sapi, serta optimalisasi truk keliling BUMD.

"Kami juga memperkuat koordinasi untuk menghadapi musim kemarau 2026, termasuk melalui diskusi yang melibatkan OPD, BUMD pangan, serta pelaku usaha di pasar induk," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!