Gelar Gen Sawit 2026 di Udayana, BPDP Edukasi Generasi Muda
Jum'at, 22 Mei 2026 - 22:07 WIB
Sejalan dengan Aida Fitria, Guru Besar IPB University Prof Yanto Santosa mengatakan, generasi muda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun cara pandang yang lebih objektif terhadap berbagai isu strategis, termasuk industri sawit Indonesia. Di era digital saat ini, arus informasi berkembang sangat cepat, namun tidak semua informasi disertai data yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.
Isu sawit seringkali berkembang bukan hanya berdasarkan fakta ilmiah, tetapi juga dipengaruhi opini, kepentingan ekonomi global, serta informasi yang tidak utuh. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak mudah menerima narasi secara sepihak, melainkan membangun kebiasaan berpikir kritis, analitis dan berbasis fakta.
Generasi muda juga perlu memahami bahwa tantangan keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Industri sawit harus terus didorong menjadi lebih berkelanjutan, transparan, dan ramah lingkungan, namun kritik terhadap sawit juga harus disampaikan secara objektif dan proporsional.
Dengan cara pandang seperti ini, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia. Pada akhirnya, bangsa yang maju membutuhkan generasi yang tidak mudah terpengaruh oleh narasi tanpa dasar, melainkan mampu berdiri di atas data, ilmu pengetahuan, dan integritas intelektual.
“Dengan sikap tersebut, generasi muda dapat berperan aktif menjaga kepentingan nasional sekaligus mendorong terciptanya industri sawit Indonesia yang semakin berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat global,” kata Yanto.
Isu sawit seringkali berkembang bukan hanya berdasarkan fakta ilmiah, tetapi juga dipengaruhi opini, kepentingan ekonomi global, serta informasi yang tidak utuh. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak mudah menerima narasi secara sepihak, melainkan membangun kebiasaan berpikir kritis, analitis dan berbasis fakta.
Generasi muda juga perlu memahami bahwa tantangan keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Industri sawit harus terus didorong menjadi lebih berkelanjutan, transparan, dan ramah lingkungan, namun kritik terhadap sawit juga harus disampaikan secara objektif dan proporsional.
Dengan cara pandang seperti ini, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia. Pada akhirnya, bangsa yang maju membutuhkan generasi yang tidak mudah terpengaruh oleh narasi tanpa dasar, melainkan mampu berdiri di atas data, ilmu pengetahuan, dan integritas intelektual.
“Dengan sikap tersebut, generasi muda dapat berperan aktif menjaga kepentingan nasional sekaligus mendorong terciptanya industri sawit Indonesia yang semakin berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat global,” kata Yanto.
Lihat Juga :