Zona Merah, Cakada Tangsel Adu Solusi Kesehatan Pemukim
Minggu, 20 September 2020 - 13:27 WIB
Tim medis menunjukkan hasil tes Covid-19 yang dilakukan di Jakarta. Foto/ilustrasi/SINDOphoto
JAKARTA - Warga Tangerang Selatan berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diikuti tiga pasangan calon kepala daerah (Cakada) tak hanya mengumbar janji. Namun juga memberikan solusi secara nyata mengenai persoalan-persoalan dialami pemukim, salah satunya di sektor kesehatan seperti antisipasi penyebaran hingga deteksi dini Covid-19.
Seperti diketahui Tangerang Selatan kembali dinyatakan sebagai zona merah penyebar Covid-19. Dilansir dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id, Minggu (20/9/2020) siang, sejumlah kelurahan dengan angka positif Covid tertinggi yaitu Pondok benda 68 orang, Pamulang barat (55 orang), Pamulang timur (44 orang), Kademangan (38 orang), dan Benda baru (34 orang). (Baca juga: Airin: Jangan Sampai Ada Kluster Covid-19 dari Pilkada Tangsel )
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Airin Rachmi Diany, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah memberikan fasilitas berobat gratis melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Termasuk pula terkait Covid-19, Airin menegaskan Tangsel telah memiliki alat polymerase chain reaction (PCR). Warga Tangsel disampaikannya bisa swab test dan rapid test secara gratis di puskesmas, Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel, maupun di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Syaratnya cukup menunjukkan KTP Tangsel maka biaya akan ditanggung.
Meski sangat membantu, namun kebijakan tersebut dinilai Bachtiar, warga RT 02/04, Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Tangerang Selatan belum maksimal menjadi pendeteksi dini Covid-19 di Tangsel. Menurut dia, masih banyak pemukim di Tangerang Selatan yang belum memiliki KTP, sehingga tidak dapat menikmati fasilitas tersebut. Asisten rumah tangga (ART), pengontrak rumah hingga pemilik rumah yang menetap namun belum sempat mengganti alamat sebagai beberapa contoh dari pemukim yang tak memiliki KTP.
Seperti diketahui Tangerang Selatan kembali dinyatakan sebagai zona merah penyebar Covid-19. Dilansir dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id, Minggu (20/9/2020) siang, sejumlah kelurahan dengan angka positif Covid tertinggi yaitu Pondok benda 68 orang, Pamulang barat (55 orang), Pamulang timur (44 orang), Kademangan (38 orang), dan Benda baru (34 orang). (Baca juga: Airin: Jangan Sampai Ada Kluster Covid-19 dari Pilkada Tangsel )
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Airin Rachmi Diany, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah memberikan fasilitas berobat gratis melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Termasuk pula terkait Covid-19, Airin menegaskan Tangsel telah memiliki alat polymerase chain reaction (PCR). Warga Tangsel disampaikannya bisa swab test dan rapid test secara gratis di puskesmas, Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel, maupun di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Syaratnya cukup menunjukkan KTP Tangsel maka biaya akan ditanggung.
Meski sangat membantu, namun kebijakan tersebut dinilai Bachtiar, warga RT 02/04, Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Tangerang Selatan belum maksimal menjadi pendeteksi dini Covid-19 di Tangsel. Menurut dia, masih banyak pemukim di Tangerang Selatan yang belum memiliki KTP, sehingga tidak dapat menikmati fasilitas tersebut. Asisten rumah tangga (ART), pengontrak rumah hingga pemilik rumah yang menetap namun belum sempat mengganti alamat sebagai beberapa contoh dari pemukim yang tak memiliki KTP.
Lihat Juga :