Jaga Keseimbangan Ekosistem Hutan, BCA Dukung Eksistensi Macan Tutul Jawa
Selasa, 05 Mei 2026 - 18:57 WIB
Keberadaan macan tutul, salah satu spesies endemik pulau Jawa semakin berkurang dan dapat mempengaruhi stabilitas rantai kehidupan di hutan. Foto/Dok. Kemenhut
PROBOLINGGO - Keberadaan macan tutul , salah satu spesies endemik pulau Jawa semakin berkurang dan dapat mempengaruhi stabilitas rantai kehidupan di hutan. Bank Central Asia Tbk ( BCA ) melalui Bakti BCA pun berkomitmen menjaga terciptanya keseimbangan ekosistem hutan. Salah satu tujuannya mendukung keberadaan macan tutul Jawa.
Dalam rangka memperingati Hari Macan Tutul Internasional, Bakti BCA bersama Kementerian Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( BBTNBTS ) dan Yayasan SINTAS Indonesia menjalankan Java Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hal ini sebagai dukungan terhadap penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Baca juga: Cara Membedakan Macan Tutul dan Kumbang di Kawasan Gunung Bromo dari Rekaman Kamera
"Sejak 2024, kontribusi ini memperkuat upaya pengelolaan konservasi berbasis data. Sekaligus mendukung pemerintah dalam usaha pelestarian macan tutul Jawa di Indonesia," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn dalam siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Hera merinci, hingga Juli 2025, survei tahap pertama di TNBTS berhasil mengidentifikasi sedikitnya delapan individu macan tutul Jawa, terdiri dari satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Sementara itu, survei tahap kedua masih berlangsung pada 2026 untuk melengkapi gambaran populasi secara menyeluruh.
Dalam rangka memperingati Hari Macan Tutul Internasional, Bakti BCA bersama Kementerian Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( BBTNBTS ) dan Yayasan SINTAS Indonesia menjalankan Java Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hal ini sebagai dukungan terhadap penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Baca juga: Cara Membedakan Macan Tutul dan Kumbang di Kawasan Gunung Bromo dari Rekaman Kamera
"Sejak 2024, kontribusi ini memperkuat upaya pengelolaan konservasi berbasis data. Sekaligus mendukung pemerintah dalam usaha pelestarian macan tutul Jawa di Indonesia," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn dalam siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Hera merinci, hingga Juli 2025, survei tahap pertama di TNBTS berhasil mengidentifikasi sedikitnya delapan individu macan tutul Jawa, terdiri dari satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Sementara itu, survei tahap kedua masih berlangsung pada 2026 untuk melengkapi gambaran populasi secara menyeluruh.
Lihat Juga :