76 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dipulangkan dari Rumah Sakit, 24 Masih Dirawat

Sabtu, 02 Mei 2026 - 16:56 WIB
"Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang," ujarnya.

Anne menjelaskan, pihaknya masih membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei mendatang sebagai ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga. Melalui posko ini, layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga trauma healing dilakukan secara bertahap agar setiap proses dapat dilalui dengan lebih terarah.

Baca Juga: Fraksi PDIP: Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Harus Jadi Momentum Pembenahan Total Keselamatan Transportasi

Di sisi lain, layanan pengembalian barang pelanggan masih berlangsung. Hingga 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan, dengan 57 barang telah diserahkan kepada pemilik, sementara 58 lainnya masih dalam proses verifikasi. "KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur."

Diketahui, peristiwa kecelakaan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur itu terjadi pada Senin (27/4/2026). Tercatat 16 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Kasus ini masih diselidiki kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!