KRLmania Desak Audit Total Persinyalan dan Percepatan DDT Bekasi-Cikarang

Rabu, 29 April 2026 - 13:39 WIB
Keempat, evaluasi desain keselamatan sarana (kereta khusus wanita). KRLmania menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya dampak korban di area kereta khusus wanita (KKW).

Hal ini menuntut evaluasi berbasis data terhadap distribusi beban penumpang, desain interior, serta posisi rangkaian terhadap titik risiko. Keselamatan tidak cukup dengan pemisahan ruang berbasis gender; harus ada pendekatan safety engineering yang mempertimbangkan mitigasi benturan dan evakuasi cepat.

Kelima, disiplin publik sebagai lapisan keselamatan terakhir. KRLmania mengimbau masyarakat untuk meningkatkan disiplin, terutama di perlintasan sebidang yang secara statistik masih menjadi titik rawan kecelakaan tertinggi. Di sisi lain, Pemerintah harus mengamankan perlintasan sebidang dengan palang otomatis dan penjagaan yang memadai. Baca juga: Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi, Izin Taksi Green SM Terancam Dicabut

KRLmania akan mengawal proses investigasi secara kritis dan independen. Transparansi hasil investigasi harus dibuka ke publik, termasuk jika ditemukan kegagalan sistemik, bukan sekadar menyalahkan individu di lapangan.

”Transportasi publik yang aman bukanlah fasilitas tambahan, melainkan hak dasar warga negara. Setiap kelalaian, baik dalam perencanaan, penganggaran, maupun operasional, harus dipertanggungjawabkan secara terbuka dan tegas,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!