Bukan Sekadar Memoles Skor di Mata Dunia, Jakarta Harus Wujudkan Rasa Aman yang Merata
Senin, 27 April 2026 - 13:41 WIB
DKI Jakarta baru saja bersolek di panggung dunia. Laporan GRI 2026, Jakarta mencatatkan sejarah dengan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Foto/AI Gemini
JAKARTA baru saja bersolek di panggung dunia. Dalam laporan Global Residence Index (GRI) 2026, Ibu Kota Indonesia ini mencatatkan sejarah dengan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Berada tepat di bawah Singapura, Jakarta sukses melangkahi kota-kota besar seperti Bangkok, Kuala Lumpur, hingga Manila.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyambut antusias hasil survei ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa predikat ini murni hasil penilaian objektif lembaga internasional, bukan pesanan otoritas lokal.
Baca juga: 5 Negara Paling Aman di Dunia, Semuanya Dipengaruhi Kebijakan dan Budaya
"Untuk menjadi kota teraman bukan DKI Jakarta yang meminta. Sebelumnya kita biasanya di peringkat 5 hingga 7, sekarang nomor dua. Ini apresiasi atas kebersamaan kita," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, 11 April 2026.
Senada dengan sang Gubernur, Wakil Gubernur Rano Karno melihat ada faktor "rasa" di balik angka tersebut. Wajah toleransi Jakarta yang tercermin melalui perayaan lintas budaya—mulai dari Christmas Carol hingga festival keagamaan di Bundaran HI—dianggap menjadi poin plus yang tertangkap radar dunia. Kondisi sosial yang stabil ini pun terbukti menjadi katalisator bagi ekonomi Jakarta yang tetap tangguh meski di tengah tantangan fiskal.
1. Singapura: 0,90
2. Jakarta: 0,72
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyambut antusias hasil survei ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa predikat ini murni hasil penilaian objektif lembaga internasional, bukan pesanan otoritas lokal.
Baca juga: 5 Negara Paling Aman di Dunia, Semuanya Dipengaruhi Kebijakan dan Budaya
"Untuk menjadi kota teraman bukan DKI Jakarta yang meminta. Sebelumnya kita biasanya di peringkat 5 hingga 7, sekarang nomor dua. Ini apresiasi atas kebersamaan kita," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, 11 April 2026.
Senada dengan sang Gubernur, Wakil Gubernur Rano Karno melihat ada faktor "rasa" di balik angka tersebut. Wajah toleransi Jakarta yang tercermin melalui perayaan lintas budaya—mulai dari Christmas Carol hingga festival keagamaan di Bundaran HI—dianggap menjadi poin plus yang tertangkap radar dunia. Kondisi sosial yang stabil ini pun terbukti menjadi katalisator bagi ekonomi Jakarta yang tetap tangguh meski di tengah tantangan fiskal.
Skor Keamanan di Asia Tenggara (GRI 2026)
1. Singapura: 0,90
2. Jakarta: 0,72
Lihat Juga :