Usai Relaunching AMANAH, Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penguatan SDM Aceh
Kamis, 23 April 2026 - 19:30 WIB
Menurut dia, hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor sumber daya alam, tetapi juga harus diperluas ke sektor ekonomi kreatif. “Hilirisasi tidak hanya berlaku untuk sektor tambang, tetapi juga industri kreatif, seperti fashion asing menjadi produk lokal, parfum asing menjadi produk lokal, film asing menjadi produksi lokal, hingga aplikasi asing menjadi karya lokal,” jelasnya.
AMANAH memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas kreatif yang mampu mengkurasi ide, menginkubasi bisnis, serta membuka akses pembiayaan dan pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif. “Target utama adalah menjadikan Indonesia, termasuk Aceh sebagai pemain industri kreatif di tingkat global,” katanya.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menuturkan relaunching AMANAH menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor di daerah. “Gedung AMANAH diharapkan menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi daerah,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif yang diusung melalui AMANAH diyakini mampu memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan sosial ekonomi, termasuk pengangguran dan kemiskinan. “Fokus pasca-relaunching menghadirkan program yang lebih terarah dan berkelanjutan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” katanya.
Ketua Yayasan AMANAH Syaifullah Muhammad menambahkan fase pasca-relaunching menjadi momentum konsolidasi dan percepatan program. “Visi utama kami adalah pengembangan generasi muda Aceh inovatif, mandiri, dan berdaya saing global,” ujarnya.
AMANAH memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas kreatif yang mampu mengkurasi ide, menginkubasi bisnis, serta membuka akses pembiayaan dan pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif. “Target utama adalah menjadikan Indonesia, termasuk Aceh sebagai pemain industri kreatif di tingkat global,” katanya.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menuturkan relaunching AMANAH menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor di daerah. “Gedung AMANAH diharapkan menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi daerah,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif yang diusung melalui AMANAH diyakini mampu memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan sosial ekonomi, termasuk pengangguran dan kemiskinan. “Fokus pasca-relaunching menghadirkan program yang lebih terarah dan berkelanjutan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” katanya.
Ketua Yayasan AMANAH Syaifullah Muhammad menambahkan fase pasca-relaunching menjadi momentum konsolidasi dan percepatan program. “Visi utama kami adalah pengembangan generasi muda Aceh inovatif, mandiri, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Lihat Juga :