Atasi Krisis Air Bersih, Anggota DPRK Partai Perindo Bangun Sumur Bor di Mimika
Kamis, 26 Maret 2026 - 10:08 WIB
Inisiatif pembangunan sumur bor ini sejalan dengan program Partai Perindo bertajuk “Sumber Air Kehidupan”, yang menempatkan akses air bersih sebagai kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar. Program ini diwujudkan melalui pembangunan di 11 titik di berbagai daerah sebagai upaya nyata menghadirkan solusi atas krisis air bersih.
Sebagai langkah awal, program ini telah dimulai sejak September 2025 di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kehadiran program tersebut terbukti memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan serta membuka peluang perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi yang dihadapi warga Fanamo dan Omawita menunjukkan tantangan serupa, di mana kebutuhan dasar belum sepenuhnya terpenuhi meskipun telah ada berbagai program pembangunan sebelumnya. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa fasilitas air bersih yang dibangun sejak 2022 hingga 2024 belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Situasi ini mempertegas pentingnya pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada anggaran, tetapi juga pada efektivitas dan kebermanfaatan di tingkat masyarakat. Melalui langkah yang diambil, diharapkan akses air bersih dapat segera terwujud dan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, program ini telah dimulai sejak September 2025 di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kehadiran program tersebut terbukti memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan serta membuka peluang perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi yang dihadapi warga Fanamo dan Omawita menunjukkan tantangan serupa, di mana kebutuhan dasar belum sepenuhnya terpenuhi meskipun telah ada berbagai program pembangunan sebelumnya. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa fasilitas air bersih yang dibangun sejak 2022 hingga 2024 belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Situasi ini mempertegas pentingnya pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada anggaran, tetapi juga pada efektivitas dan kebermanfaatan di tingkat masyarakat. Melalui langkah yang diambil, diharapkan akses air bersih dapat segera terwujud dan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
(zik)
Lihat Juga :