Masih Izinkan Hotel dan Mal Buka, PSBB DKI Diyakini Terancam Gagal Total

Jum'at, 18 September 2020 - 16:28 WIB
Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengkritik kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengkritik kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Meski berlabel PSBB Total , namun sejumlah tempat, seperti hotel dan mal masih dibolehkan buka dan beraktivitas.

"PSBB Anies Bawesdan ini akan gagal total. PSBB Kali ini potensi berhasilnya minim dibandingkan gagalnya. Kegagalan total PSBB ini, karena pertama, tuh hotel dan mal tetap buka," kata Uchok saat dihubungi SINDOnews, Jumat (18/9/2020). (Baca juga; Jumlah Perkantoran Pelanggar PSBB di Jakarta Terus Bertambah )



Uchok meyakini, hotel dan mal itu tempat kumpul-kumpul yang sangat potensi terjadi transaksi penularan COVID-19, di samping juga perkantoran-perkantoran. Kondisi lain yang terjadi, pasien-pasien COVID-19 positif dengan tanpa gejala atau keluhan ringan, tidak dipindahkan dari tempat tinggal penduduk.

Seharusnya pasien-pasien ini jika mau isolasi mandiri, jangan di rumah. Aparatur pemerintah daerah sudah harus jemput paksa dan dibawa ke tempat-tempat yang sudah ditentukan, seperti Wisma Atlet. (Baca juga; Pemprov DKI Bahas Perda PSBB untuk Efektivitas Pengendalian )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!