Peneliti BRIN Sebut Tingkat Kepercayaan terhadap Kepolisian Tergantung Budaya Masyarakat
Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:03 WIB
Speakup Kamtibmas antara Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) bersama BRIN bertajuk Eksistensi Polri dalam Menjaga Kamtibmas di Bulan Ramadan. Foto/Istimewa
JAKARTA - Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) Syafuan Rozi mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan terhadap kepolisian adalah budaya masyarakat. Hal tersebut dikatakannya dalam acara Speakup Kamtibmas antara Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) bersama BRIN bertajuk 'Eksistensi Polri dalam Menjaga Kamtibmas di Bulan Ramadan'.
Syafuan mengatakan, jika budaya hukum masyarakat tinggi, akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat ke pihak kepolisian. Dia menuturkan, data tren tingkat kepercayaan publik terhadap polisi di dunia masih dipegang oleh negara Belanda dengan urutan pertama sebagai negara yang minim kriminalitas. Hal tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakat di Belanda.
"Belanda menerapkan sistem restorative justice yang itu menjadi mitigasi awal dalam kehidupan sosial masyarakat lokal disana. Sebelum ke arah penegakan hukum, masyarakat terlebih dulu menyelesaikan dalam internal kekeluargaan atau pendekat hukum adat (urban law)," kata Syafuan, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Bareskrim Ungkap Kasus Emas Ilegal, 3 Orang Jadi Tersangka
Syafuan mengatakan, jika budaya hukum masyarakat tinggi, akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat ke pihak kepolisian. Dia menuturkan, data tren tingkat kepercayaan publik terhadap polisi di dunia masih dipegang oleh negara Belanda dengan urutan pertama sebagai negara yang minim kriminalitas. Hal tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakat di Belanda.
"Belanda menerapkan sistem restorative justice yang itu menjadi mitigasi awal dalam kehidupan sosial masyarakat lokal disana. Sebelum ke arah penegakan hukum, masyarakat terlebih dulu menyelesaikan dalam internal kekeluargaan atau pendekat hukum adat (urban law)," kata Syafuan, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Bareskrim Ungkap Kasus Emas Ilegal, 3 Orang Jadi Tersangka
Lihat Juga :