BPIP Gandeng LPM Riau Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Masyarakat
Minggu, 01 Maret 2026 - 17:46 WIB
Baca juga: BPIP Ajak Masyarakat Bantul Tanamkan Semangat Kebangsaan dan Nilai-nilai Pancasila
“Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, tetapi caranya tidak harus selalu sama. Inilah makna Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Plt. Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso mengingatkan tantangan ideologis di era digital semakin nyata dan tidak dapat diabaikan.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kita menghadapi tantangan serius berupa masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila, termasuk radikalisme, intoleransi, dan penyebaran hoaks yang dapat memecah belah bangsa.”
Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh keteguhan karakter bangsa. “Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh karakter bangsa yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila. Karena itu, BPIP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
Sekretaris Jenderal DPP LPM Muhammad Chairul Idham Dalimunthe, menyampaikan apresiasi atas komitmen penguatan ideologi Pancasila yang terus digalakkan. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPIP, khususnya kepada Bapak Yudian, atas kehadiran dan komitmennya dalam menguatkan ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Banyak daerah yang menunggu kehadiran BPIP di Medan, Manado, Makassar, Bandung, Samarinda, dan berbagai wilayah lainnya, karena kami merasakan betul betapa pentingnya penguatan ideologi ini,” ujarnya.
Dia menambahkan penguatan ideologi tidak boleh berhenti meskipun tantangan terus berkembang. “Kita berkumpul hari ini karena rasa prihatin. Ketika terjadi gejolak di masyarakat, itu menjadi pengingat bagi kita bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti. Kalau jiwa Pancasila tertanam kuat, masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bangsa ini akan tetap damai serta bersatu.”
“Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, tetapi caranya tidak harus selalu sama. Inilah makna Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Plt. Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso mengingatkan tantangan ideologis di era digital semakin nyata dan tidak dapat diabaikan.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kita menghadapi tantangan serius berupa masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila, termasuk radikalisme, intoleransi, dan penyebaran hoaks yang dapat memecah belah bangsa.”
Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh keteguhan karakter bangsa. “Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh karakter bangsa yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila. Karena itu, BPIP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
Sekretaris Jenderal DPP LPM Muhammad Chairul Idham Dalimunthe, menyampaikan apresiasi atas komitmen penguatan ideologi Pancasila yang terus digalakkan. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPIP, khususnya kepada Bapak Yudian, atas kehadiran dan komitmennya dalam menguatkan ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Banyak daerah yang menunggu kehadiran BPIP di Medan, Manado, Makassar, Bandung, Samarinda, dan berbagai wilayah lainnya, karena kami merasakan betul betapa pentingnya penguatan ideologi ini,” ujarnya.
Dia menambahkan penguatan ideologi tidak boleh berhenti meskipun tantangan terus berkembang. “Kita berkumpul hari ini karena rasa prihatin. Ketika terjadi gejolak di masyarakat, itu menjadi pengingat bagi kita bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti. Kalau jiwa Pancasila tertanam kuat, masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bangsa ini akan tetap damai serta bersatu.”
Lihat Juga :