Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda hingga 26 Februari, 6 Wilayah Siaga Hujan Lebat
Minggu, 22 Februari 2026 - 06:31 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan berlangsung hingga 26 Februari 2026. Ilustrasi/Dok SindoNews
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada awal bulan Ramadan 2026. Fenomena hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan berlangsung hingga 26 Februari 2026.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas berbagai fenomena atmosfer mulai dari skala global hingga lokal yang terjadi secara bersamaan, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Menurut analisis BMKG, kondisi La Niña lemah saat ini tengah terdeteksi melalui nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño3.4. Hal ini berdampak pada peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean (Samudra Hindia) diprediksi akan terus berkontribusi terhadap pasokan uap air di hampir seluruh wilayah Nusantara.
Baca Juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR
"Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa, Sumatera Selatan, hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu," tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas berbagai fenomena atmosfer mulai dari skala global hingga lokal yang terjadi secara bersamaan, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Dipicu La Niña hingga Monsun Asia
Menurut analisis BMKG, kondisi La Niña lemah saat ini tengah terdeteksi melalui nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño3.4. Hal ini berdampak pada peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean (Samudra Hindia) diprediksi akan terus berkontribusi terhadap pasokan uap air di hampir seluruh wilayah Nusantara.
Baca Juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR
"Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa, Sumatera Selatan, hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu," tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).
Lihat Juga :