Peduli Pendidikan, Wilmar Sediakan Sekolah Berkualitas di Perkebunan Sawit
Kamis, 08 Januari 2026 - 21:00 WIB
Anak-anak siswa Bina Bangsa 02 naik bus jemputan di wilayah PT Karunia Kencana Permaisejati, Wilmar Group, di Desa Kenyala, Kotawaringin Timur, Kalteng. Foto/Dok. SindoNews
SAMPIT - Deretan bangunan megah berdiri di kanan-kiri jalan. Jika di perkotaan, ini akan menjadi pemandangan biasa. Tetapi bangunan tersebut berada di tengah perkebunan sawit , sehingga kontras dengan lanskap sekitarnya.
Apalagi jika masuk ke dalam. Bangunan fisik dan fasilitas tak ubahnya seperti sekolah unggulan di Jakarta dan sekitarnya. Sekolah tersebut bernama Bina Bangsa 02 yang berada di wilayah PT Karunia Kencana Permaisejati, Wilmar Group, di Desa Kenyala, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pengelolaannya dilakukan Yayasan Bina Bangsa di bawah Wilmar Central Kalimantan Project. Baca juga: Menata Asa di Bina Bangsa
Wilmar dikenal sebagai perusahaan agribisnis, lantas apa yang mendorong perusahaan sangat peduli terhadap pendidikan? Koordinator Yayasan Bina Bangsa Siti Wahyuni menjelaskan, pendidikan adalah satu komitmen perusahaan untuk menyiapkan pondasi bagi generasi di masa depan.
Bahwa semua anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa sehingga harus disiapkan sebaik mungkin,” kata Wahyuni beberapa waktu lalu.
Apalagi jika masuk ke dalam. Bangunan fisik dan fasilitas tak ubahnya seperti sekolah unggulan di Jakarta dan sekitarnya. Sekolah tersebut bernama Bina Bangsa 02 yang berada di wilayah PT Karunia Kencana Permaisejati, Wilmar Group, di Desa Kenyala, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pengelolaannya dilakukan Yayasan Bina Bangsa di bawah Wilmar Central Kalimantan Project. Baca juga: Menata Asa di Bina Bangsa
Wilmar dikenal sebagai perusahaan agribisnis, lantas apa yang mendorong perusahaan sangat peduli terhadap pendidikan? Koordinator Yayasan Bina Bangsa Siti Wahyuni menjelaskan, pendidikan adalah satu komitmen perusahaan untuk menyiapkan pondasi bagi generasi di masa depan.
Bahwa semua anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa sehingga harus disiapkan sebaik mungkin,” kata Wahyuni beberapa waktu lalu.
Lihat Juga :