Pelaku Usaha IHT Madura Minta Pemerintah Pusat Lakukan Pembinaan

Rabu, 07 Januari 2026 - 21:29 WIB
Pemerintah pusat diminta melakukan pembinaan kepada para pengusaha Industri Hasil Tembakau (IHT) di Madura. Foto/istimewa
MADURA - Pemerintah pusat diminta melakukan pembinaan kepada para pengusaha Industri Hasil Tembakau (IHT) di Madura. Pembinaan itu nantinya diharapkan bisa meningkatkan kontribusi para pengusaha IHT lokal.

Hal itu disampaikan pemilik pabrik rokok Cahaya Pro Fathor Rosi kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak usai penghargaan Madura Awards untuk kategori kontributor cukai tertinggi IHT lokal 2025.



"Izin saya ingin menyampaikan, mumpung ada Bapak Wakil Gubernur, Bapak Emil Dardak, tolong disampaikan kepada pemerintah pusat, agar supaya Madura dibina. Madura tinggal pembinaan saja. Insya Allah Madura tidak akan malu-maluin," ujarnya dikutip Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Purbaya Tawarkan Tarif Cukai Khusus Rokok Ilegal: Kalau Masih Gelap, Kita Sikat

Fathor berharap para pemangku kebijakan terus hadir membina industri rokok lokal agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurut Rosi, peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Madura.

“Pemerintah harus hadir membina. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja aupun kesejahteraan petani. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!