7.000 Barang mulai HP hingga Tumbler Tertinggal di LRT Selama 2025, Total Nyaris Rp800 Juta

Rabu, 07 Januari 2026 - 15:41 WIB
”Ada 6.995 barang yang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp797,7 juta. Sebanyak 3.399 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Radhitya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Di tengah kepadatan dan ritme perjalanan harian, pengelolaan barang bawaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. Transportasi publik merupakan ruang bersama yang menuntut kesadaran kolektif antarpengguna. “Ketika barang bawaan ditempatkan secara tepat, ruang perjalanan dapat tetap berfungsi optimal bagi semua pengguna,” katanya.

Untuk mendukung kenyamanan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim yang beroperasi setiap hari pukul 05.00–23.00 WIB. Durasi penitipan maksimal 72 jam. Layanan ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan dengan moda lain tanpa harus membawa seluruh barang ke dalam kereta.

Layanan penitipan barang dan lost and found merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban. “Pengaturan bagasi, penitipan barang, hingga layanan barang temuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Radhitya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!