FKMPI Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Lubuk Tempurung Kota Padang
Rabu, 31 Desember 2025 - 22:34 WIB
Program Tanggap Bencana ini berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa kehutanan (Sylva Indonesia) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dan International Forestry Student Association (IFSA) Indonesia dari Universitas Gadjah Mada. Perwakilan mahasiswa dari kedua organisasi ini dilibatkan sebagai relawan lapangan untuk membantu distribusi bantuan kepada masyarakat serta mempercepat penyaluran di lokasi terdampak.
Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Lubuk Tempurung meliputi kasur Palembang, kompor beserta tabung gas, perlengkapan dan peralatan dapur, dan paket sembako. Seluruh bantuan disiapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan pengurus daerah dan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat pascabanjir, khususnya bagi kelompok terdampak.
Ketua Umum APHI Soewarso menegaskan aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sektor kehutanan. “Musibah banjir yang dialami masyarakat Padang adalah panggilan bagi kami untuk hadir dan membantu secara langsung. Bantuan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai dukungan logistik, tetapi juga sebagai bentuk empati dan solidaritas,” ujarnya.
Soewarso menambahkan kepedulian sosial merupakan bagian dari pengelolaan hutan berkelanjutan. “Keberlanjutan tidak hanya diukur dari aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana sektor ini hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama saat menghadapi krisis,” katanya.
Sekretaris FKMPI Tjipta Purwita menegaskan, peran FKMPI dalam mengkonsolidasikan hulu hilir kehutanan untuk penanganan tanggap bencana. "Melalui FKMPI, program tanggap bencana dapat dilakukan dengan pelibatan hulu hilir kehutanan secara efektif dalam bersinergi dengan program pemerintah," tuturnya.
Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Lubuk Tempurung meliputi kasur Palembang, kompor beserta tabung gas, perlengkapan dan peralatan dapur, dan paket sembako. Seluruh bantuan disiapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan pengurus daerah dan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat pascabanjir, khususnya bagi kelompok terdampak.
Ketua Umum APHI Soewarso menegaskan aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sektor kehutanan. “Musibah banjir yang dialami masyarakat Padang adalah panggilan bagi kami untuk hadir dan membantu secara langsung. Bantuan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai dukungan logistik, tetapi juga sebagai bentuk empati dan solidaritas,” ujarnya.
Soewarso menambahkan kepedulian sosial merupakan bagian dari pengelolaan hutan berkelanjutan. “Keberlanjutan tidak hanya diukur dari aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana sektor ini hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama saat menghadapi krisis,” katanya.
Sekretaris FKMPI Tjipta Purwita menegaskan, peran FKMPI dalam mengkonsolidasikan hulu hilir kehutanan untuk penanganan tanggap bencana. "Melalui FKMPI, program tanggap bencana dapat dilakukan dengan pelibatan hulu hilir kehutanan secara efektif dalam bersinergi dengan program pemerintah," tuturnya.
Lihat Juga :