Pendiri INDEF: Program MBG Berikan Dampak Positif bagi Siswa dan Ekonomi Nasional
Rabu, 31 Desember 2025 - 14:15 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama hampir satu tahun dinilai memberikan dampak positif yang sangat besar. Foto/SindoNews
TASIKMALAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan selama hampir satu tahun. Program ini bukan sekadar program sosial, melainkan sebuah perubahan besar dalam haluan ekonomi nasional.
Hal ini ditegaskan pakar ekonomi sekaligus pendiri Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Didin S. Damanhuri saat memberikan tinjauan ekonomi terhadap perjalanan satu tahun MBG. Menurut Didin, Program MBG merupakan pendekatan baru dalam ekonomi pembangunan.
Selama ini, negara berkembang termasuk Indonesia cenderung mengadopsi prinsip meningkatkan pertumbuhan setinggi-tingginya (at all cost), bahkan jika harus sedikit mengorbankan pemerataan. Namun, MBG hadir dengan semangat human resource economics, sebuah pendekatan yang baru menjadi fokus para pakar ekonomi sejak 1992.
Baca juga: Libur Sekolah Tak Boleh Hentikan MBG, Gizi Anak Kebutuhan Dasar Negara
"Kalau MBG bisa konsisten dan (dilakukan) jangka panjang, ini akan menggeser pemikiran ekonomi di Indonesia yang lebih berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Karena ini kan agak lain. Biasanya strateginya adalah pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya, maka yang akan dipilih adalah pembangunan infrastruktur besar-besaran. Tapi ini menyangkut seluruh penduduk terutama memperbaiki ketimpangan gizi dan pendidikan," ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Hal ini ditegaskan pakar ekonomi sekaligus pendiri Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Didin S. Damanhuri saat memberikan tinjauan ekonomi terhadap perjalanan satu tahun MBG. Menurut Didin, Program MBG merupakan pendekatan baru dalam ekonomi pembangunan.
Selama ini, negara berkembang termasuk Indonesia cenderung mengadopsi prinsip meningkatkan pertumbuhan setinggi-tingginya (at all cost), bahkan jika harus sedikit mengorbankan pemerataan. Namun, MBG hadir dengan semangat human resource economics, sebuah pendekatan yang baru menjadi fokus para pakar ekonomi sejak 1992.
Baca juga: Libur Sekolah Tak Boleh Hentikan MBG, Gizi Anak Kebutuhan Dasar Negara
"Kalau MBG bisa konsisten dan (dilakukan) jangka panjang, ini akan menggeser pemikiran ekonomi di Indonesia yang lebih berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Karena ini kan agak lain. Biasanya strateginya adalah pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya, maka yang akan dipilih adalah pembangunan infrastruktur besar-besaran. Tapi ini menyangkut seluruh penduduk terutama memperbaiki ketimpangan gizi dan pendidikan," ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Lihat Juga :