BLT Kesra Rp900 Ribu Bukan Sekadar Angka Tapi Penopang Hidup Harian
Minggu, 28 Desember 2025 - 14:27 WIB
“Setelah data siap, diproses menjadi data Danom dan SP, lalu dikloning ke sistem CoreGiroSystem. Setelah itu data diinstruksikan ke KCU untuk diunduh, dicetak, dan disiapkan bersama BNBA-nya (By Name By Address). Bagian keuangan kemudian membebankan dana sejumlah KPM dikalikan Rp900 ribu,” tutur Ngadirin.
Proses berikutnya adalah koordinasi dengan pemerintah daerah. Mereka berkoordinasi dengan dinas sosial provinsi dan kabupaten/kota untuk penjadwalan. Setelah itu menyiapkan tenaga verifikasi, jurubayar, dan uang tunai di tiap titik salur. ”Tahap akhirnya adalah penyaluran dana kepada KPM,” tuturnya.
Ngadirin menegaskan prinsip utama penyaluran adalah ketepatan sasaran. Untuk menghindari antrean panjang, penyaluran dilakukan dengan sistem penjadwalan dan pengelompokan wilayah. Kalau desanya sedikit, dikelompokkan lagi per dusun. Jam pengambilan juga diatur. ”Di KCU Yogyakarta, penyaluran dilakukan di kantor-kantor pos cabang agar antrean tidak terlalu panjang,” terangnya.
Dari buruh harian, ibu rumah tangga, hingga kakek yang mengasuh cucu, BLTS Kesra di Yogyakarta menjelma menjadi penopang nyata kehidupan sehari-hari. Uang Rp900.000 bukan sekadar angka, tetapi menjadi biaya sekolah, pembayaran listrik, belanja beras, hingga modal kecil untuk bertahan.
Muslika Nur Hidayah, warga Karangwaru Lor, Tegalrejo, bercerita bahwa ia mendapatkan undangan setelah sebelumnya didatangi petugas untuk pendataan. Ia menerima Rp900.000 dan telah memikirkan penggunaannya. “Rencananya mau bayar sekolah anak. Anak saya baru TK, mau terima rapat, jadi disuruh bayar,” aku Muslika.
Proses berikutnya adalah koordinasi dengan pemerintah daerah. Mereka berkoordinasi dengan dinas sosial provinsi dan kabupaten/kota untuk penjadwalan. Setelah itu menyiapkan tenaga verifikasi, jurubayar, dan uang tunai di tiap titik salur. ”Tahap akhirnya adalah penyaluran dana kepada KPM,” tuturnya.
Ngadirin menegaskan prinsip utama penyaluran adalah ketepatan sasaran. Untuk menghindari antrean panjang, penyaluran dilakukan dengan sistem penjadwalan dan pengelompokan wilayah. Kalau desanya sedikit, dikelompokkan lagi per dusun. Jam pengambilan juga diatur. ”Di KCU Yogyakarta, penyaluran dilakukan di kantor-kantor pos cabang agar antrean tidak terlalu panjang,” terangnya.
Dari buruh harian, ibu rumah tangga, hingga kakek yang mengasuh cucu, BLTS Kesra di Yogyakarta menjelma menjadi penopang nyata kehidupan sehari-hari. Uang Rp900.000 bukan sekadar angka, tetapi menjadi biaya sekolah, pembayaran listrik, belanja beras, hingga modal kecil untuk bertahan.
Muslika Nur Hidayah, warga Karangwaru Lor, Tegalrejo, bercerita bahwa ia mendapatkan undangan setelah sebelumnya didatangi petugas untuk pendataan. Ia menerima Rp900.000 dan telah memikirkan penggunaannya. “Rencananya mau bayar sekolah anak. Anak saya baru TK, mau terima rapat, jadi disuruh bayar,” aku Muslika.
Lihat Juga :