BLT Kesra di Bandar Lampung, dari Kantorpos hingga Diantar ke Rumah
Rabu, 24 Desember 2025 - 11:26 WIB
Sementara di Kantorpos Bandar Lampung, antrean KPM tampak tertib. Wahyuni, salah satu penerima BLTS Kesra yang datang langsung ke kantor pos, mengaku baru pertama kali menerima bantuan sosial.
“Saya sangat senang. Dari dulu belum pernah dapat bantuan. Uangnya nanti untuk keperluan sekolah anak dan beli sembako,” kata Wahyuni
Hal senada disampaikan Safari, warga Kecamatan Enggal, yang mewakili istrinya mengambil bantuan di kantor pos. Ia menilai BLTS Kesra membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. “Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan saya, bantuan ini benar-benar diberikan kepada yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sementara Femmy Fachromy, penerima lain di wilayah Enggal, mengaku mendapat informasi pengambilan bantuan dari RT. Ia berencana memanfaatkan dana BLTS Kesra untuk menopang usaha kecil warungnya yang sempat terhenti. Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyakarat
Di balik proses penyaluran tersebut, peran juru bayar menjadi krusial. Sujatmiko, juru bayar Kantorpos KCU Bandar Lampung, menjelaskan bahwa data penerima bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Kementerian Sosial dan diverifikasi kembali oleh petugas pos sebelum pembayaran dilakukan. “Tantangan di lapangan biasanya alamat kurang lengkap, penerima tidak berada di tempat, atau kendala cuaca,” ujarnya
Untuk KPM yang tidak bisa menandatangani karena disabilitas atau kondisi kesehatan, petugas melakukan pendampingan bersama aparat setempat dan pendamping PKH. Menurut Sujatmiko, pendekatan ini penting agar bantuan tetap tersalurkan secara adil dan manusiawi.
“Saya sangat senang. Dari dulu belum pernah dapat bantuan. Uangnya nanti untuk keperluan sekolah anak dan beli sembako,” kata Wahyuni
Hal senada disampaikan Safari, warga Kecamatan Enggal, yang mewakili istrinya mengambil bantuan di kantor pos. Ia menilai BLTS Kesra membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. “Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan saya, bantuan ini benar-benar diberikan kepada yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sementara Femmy Fachromy, penerima lain di wilayah Enggal, mengaku mendapat informasi pengambilan bantuan dari RT. Ia berencana memanfaatkan dana BLTS Kesra untuk menopang usaha kecil warungnya yang sempat terhenti. Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyakarat
Di balik proses penyaluran tersebut, peran juru bayar menjadi krusial. Sujatmiko, juru bayar Kantorpos KCU Bandar Lampung, menjelaskan bahwa data penerima bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Kementerian Sosial dan diverifikasi kembali oleh petugas pos sebelum pembayaran dilakukan. “Tantangan di lapangan biasanya alamat kurang lengkap, penerima tidak berada di tempat, atau kendala cuaca,” ujarnya
Untuk KPM yang tidak bisa menandatangani karena disabilitas atau kondisi kesehatan, petugas melakukan pendampingan bersama aparat setempat dan pendamping PKH. Menurut Sujatmiko, pendekatan ini penting agar bantuan tetap tersalurkan secara adil dan manusiawi.
(poe)
Lihat Juga :